Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PEMKAB KELOLA SAMPAH MENJADI PUPUK ORGANIK

Jumat, 16 Mei 2014 Umum
TEMANGGUNG, Tidak hanya Pemkot Malang saja yang bisa mengelola sampah untuk dijadikan kompos maupun produk kerajinan lain, ternyata Pemerintah Kabupaten Temanggung mulai mengelola sampah untuk dijadikan sebagai pupuk organik (kompos). Setidaknya, kompos itu bisa dimanfaatkan kembali untuk pemupukan tanaman kota.
     Moko (26) dan Anggun (27), dua pekerja yang membuat kompos di dekat bak penampungan sampah sementara Kelurahan Temanggung II, Rabu (14/5), mengatakan, setiap hari setidaknya dua rit angkutan sampah sepeda motor "Tossa" serta satu rit truk dibuat menjadi kompos.
     "Pengelolaan sampah itu akan mengurangi tumpukan sampah di tempat penampungan sementara/akhir TPS/TPA," papar Anggun saat ditemui di tempat pengelolahan sampah, Rabu (14/5).
     Menurut Anggun, sebelum dijadikan kompos proses pertama sampah organik seperti dedaunan, rumput dan ranting pepohonan itu terlebih dulu dilakukan pencacahan yang kemudian akan menghasilkan sampah dalam ukuran lebih kecil. Setelah itu tahap penguraian dalam bak-bak penampungan yang dicampur dengan IM 4 dan kotoran ternak sebagai proses fermentasi.
     Pada tahap akhir dimasukkan dalam penampungan bak-bak khusus dan akan ditimbun selama 21 satu supaya siap untuk digunakan, setelah tahap pengayaan. "Pupuk kompos tersebut kemudian dikemas dalam plastik untuk dimanfaatkan sebagai pupuk di taman-taman kota Temanggung," jelas Anggun disela-sela tempat produksi di Kelurahan Temanggung I.
     Sementara Kasie Pertamanan dan PJU, DPU Temanggung, Slamet Arkom, menjelaskan, sampah yang dibuat kompos itu merupakan sisa-sisa pembersihan taman-taman yang ada di seluruh Temanggung dan sisa hasil perawatan pohon-pohon peneduh yang dipangkas diolah menjadi kompos sebesar 3 meter kubik per-hari.(Hms14/Paul).

Berita Terkait