Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

TK MASYITHOH BUTUH TANAMKAN JIWA ENTREPRENEUR

Senin, 09 Juni 2014 Pendidikan
TEMANGGUNG, Taman Kanak-Kanak/TK Masyithoh Butuh menanamkan Jiwa Entrepreneur kepada para siswanya. Hal itu bertujuan agar para siswa kelak bisa menjadi wirausaha.
     Kepala RA Masyithoh Butuh, Anisah Rahmanti di kantornya Senin (9/6) menjelaskan pihaknya menanamkan secara khusus jiwa-jiwa entrepreneur kepada seluruh peserta didiknya. Sangat wajar pada akhirnya anak-anak didik mereka lebih memilih bercita-cita menjadi pengusaha dibanding menjalani pekerjaan lainnya di masa mendatang. Masa-masa TK memang usia emas Pada usia ini dikenalkan kepada mereka tentang entrepreneur sehingga kelak mereka mengikuti langkah menjadi pengusaha. Tentu karena mereka masih TK, mereka belum dikenalkan teknis usaha, melainkan lebih pada kunjungan dan wacana-wacana kewirausahaan.
     Dalam pelajaran keseharian, selain mengajarkan calistung (baca, tulis dan berhitung), para siswa dikenalkan tentang bidang usaha dan bagaimana prospek menjadi pengusaha. Biasanya, pelajaran entrepreneur ini disisipkan dalam tema-tema pelajaran yang sedang dibahas. Setelah mendapatkan pengetahuan dari pengusaha. Lalu para siswa diajak berdiskusi tentang hasil kunjungannya ke perusahaan-perusahaan tersebut. Tentu pendapatnya sangat beragam, ada yang hanya paham tentang bentuk usahanya, ada yang paham tentang kekhasan usahanya serta ada yang memahami alur cerita pendirian usaha.
     “Kami melihat bahwa menjadi entreprenur adalah prospek besar kedepannya. Untuk itu, pada usia emas harus dikenalkan dengan baik sehingga pada usia remaja dan dewasa tinggal mengembangkan apa yang mereka pahami itu. Karena tidak semua orang bisa menjadi dokter, polisi atau tentara seperti kebanyakan cita-cita anak-anak, tetapi semua orang bisa menjadi entrepreneur meskipun sebagai polisi, dokter ataupun tentara,” paparnya sembari menambahkan juga diperkenalkan dunia perbankan.
     Meski memasukkan materi entreprenur namun tetap mengedepankan pendidikan keagamaan bagi anak didiknya. Pelajaran agama menjadi pelajaran yang tidak diajarkan secara teoritis, namun juga diperkenalkan dalam praktik. Mulai dari praktik ibadah wajib sampai ibadah yang sunah. Selain itu juga ada  kegiatan ekstra  kurikuler kami ada cooking kids, drum band, renang, Bahasa Inggris, jarimatika, melukis dan computer kids. (Hms14/Edy Laks)

Berita Terkait