Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Bupati Panen Padi Mikongga

Selasa, 25 Juli 2017

TEMANGGUNG, Bupati Temanggung Drs. HM  Bambang Sukarno  melakukan panen raya padi mikongga  hasil program Sekolah Lapang Ikim di desa Soropadan Kecamatan Pringsurat Sabtu ( 22/7 ). Hadir dalam acara tersebut anggota DPR RI Sujadi,  para pejabat FKPD,  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Drs. R. Mulyono Rahadi Prabowo dan pejabat terkait serta diikuti para petani utamanya para peserta sekolah lapang iklim. Bupati Temanggung Bambang Sukarno, menyambut gembira panen perdana padi mikonggga hasil program Sekolah Lapang Iklim  yang produksinya mencapai 7,7 ton  gabah kering panen per hektar. Ia menilai  adanya sekolah lapang iklim yang digelar BMKG sangat bermanfaat untuk menunjang keberhasilan sektor pertanian. Para petani harus memiliki ilmu dalam bidang iklim, supaya hasil panen baik dengan pola tanam sesuai prakiraan musim.
    “Saya harap para petani khususnya peserta sekolah lapang bisa menyerap ilmu yang didapat dan dipraktekkan agar  budidaya pertanian yang dijalankan sukses. Apalagi untuk ketahanan pangan Indonesia itu Jawa Tengah menempati urutan nomor tiga, maka hukumnya wajib kalau petani Jateng tahu iklim. Tahun 2018 saya akan membuat videotron disetiap kecamatan yang bisa digunakan untuk menyampaikan pengumuman terutama iklim,” katanya.
    Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Drs. R. Mulyono Rahadi Prabowo menilai, program Sekolah Lapangan Iklim (SLI) merupakan salah satu terobosan jitu pemerintah dalam upayanya meningkatkan hasil produksi di sektor pangan, khususnya padi.
    Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil panen petani yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. untuk periode musim tanam ke dua saja, produktifitas hasil panen padi menunjukkan peningkatan dari sebelumnya hanya berkisar 6 ton per hektare menjadi 7,7 ton per hektare.
    “Dengan digelarnya Sekolah Lapangan Iklim, produktifitas hasil panen padi menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan,” katanya . Ia menjelaskan, SLI sejatinya merupakan program nasional dengan menggandeng pemerintah daerah setempat yang diikuti oleh para petani. Tujuannya adalah agar mereka mendapatkan pemahaman lebih mengenai penggunaan informasi terkait iklim yang disediakan oleh BMKG.
    Materi yang diberikan antara lain berisi panduan tentang kapan petani dapat memulai penanaman, bagaimana perlakukan selama masa tanam, kapan tingkat curah hujan dan kelembapan meninggi, bagaimana upaya pemberantasan terhadap serangan hama, hingga jadwal masa panen yang tepat.
    Selain pemberian materi, dalam sekolah tersebut petani juga diajak untuk turun langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat. Sehingga mereka paham persis bagaimana pola pengolahan lahan hingga proses panen tiba. (HMS17/ Edy Laks)

 

Berita Terkait