Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

ANSOR TEMANGGUNG NETRAL DALAM PILPRES

Rabu, 06 Agustus 2014 Umum
TEMANGGUNG, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Temanggung dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014, mengambil sikap tidak mendukung kepada salah satu pasangan calon. Hal ini didasari bahwa pengurus dan anggota GP Ansor tersebar dalam berbagai partai politik yang telah mengusung pasangan calon masing-masing.  
     Ketua PC GP Ansor Temanggung, Yami Blumut  melalui siaran persnya Selasa (5/8)  mengharapkan kepada seluruh pengurus dan anggota GP Ansor Temanggung untuk kembali kepada satuan oraganisasi di seluruh tingkatan, dengan menjalankan kegiatan rutin masing-masing.
     GP Ansor sebagai badan otonom NU, tentunya sikap politik tersebut, harus selalu mengikuti patron yang telah digariskan oleh NU. Ketua PB NU memberikan tausyiah mengenai sikap NU pasca pilpres 2014, sebagaimana ditandatangani oleh Ketua Umum PB NU dan Sekretaris Jenderal,  tertanggal 24 Juli 2014.
     PC GP Ansor Temanggung menegaskan kembali apa yang sudah menjadi seruan PBNU, terutama Seruan Pejabat Rais Aam K.H. Ahmad Mustofa Bisri. Pertama  mengucapkan selamat kepada Calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla sebagaimana Keputusan KPU No. 536/ Kpts/ KPU/ Tahun 2014 tentang Penetapan Pasangan Capres dan Cawapres terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014, ujarnya.
     Menurutnya semua pihak perlu menghormati keputusan KPU sesuai dengan undang-undang. Untuk untuk terus menjaga ketenangan dan ketenteraman masyarakat, semua pihak perlu menahan diri. Semua mesti menyadari bahwa dalam persaingan seperti Pilpres, menang-kalah adalah hal biasa. Pihak yang menang tidak perlu sombong, sementara Pihak yang kalah tetap perlu menjaga keyakinan untuk terlibat dalam membangun kejayaan Indonesia. Pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih adalah pemimpin nasional bagi seluruh warga negara, baik mereka yang memilih maupun mereka yang tidak memilih.
     Semua harus menyadari bahwa Pilpres adalah salah satu sarana untuk merawat, menjaga, dan mengembangkan keindonesiaan. Pilpres, apapun hasil akhirnya, sama sekali bukanlah alat untuk memecah-belah kesatuan dan persatuan. Persaingan politik yang demokratis, tandasnya .( Hms14/Edy Laks)

Berita Terkait