Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

EKOSISTEM ALAM RUSAK AKIBAT PENAMBANG LIAR

Jumat, 29 Agustus 2014 Umum
TEMANGGUNG, Penambangan liar yang terjadi di sekitar areal Situs Liyangan dan di sejumlah tempat di Kecamatan Ngadirejo menyebabkan ekosistem alam rusak dan juga merusak benda budaya yang kemungkinan masih terpendam. Oleh karena itu Pemkab berencana menutup total penambangan liar  agar tidak semakin meluas.
     Staf Bagian Perekonomian Pemkab Temanggung, Arief Mujiono dikantornya Rabu (27/8) mengatakan penambangan liar masih saja terjadi di sekitar areal Situs Liyangan dan di sejumlah tempat di Kecamatan Ngadirejo, meski pemkab telah beberapa kali menutupnya. Selain merusak ekosistem alam di lereng Sindoro, penambangan juga merusak benda budaya yang kemungkinan masih terpendam di tanah.
     Dikatakan, sebagai langkah awal sebelum menutup penambangan, Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Pemkab Temanggung, melakukan survey ke lokasi penambangan, beberapa hari lalu. Survei meliputi pendataan luasan lokasi penambangan, serta jumlah penambang yang terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal tersebut. Dia mengungkapkan, dari sisi peraturan, aktivitas penambangan itu jelas melanggar. Sebab Temanggung berdasar Perda Provinsi Jateng, bukan wilayah untuk penambangan. Akan tetapi untuk menutupnya tidak mudah dengan langsung memasang portal, sebab perlu ada kajian yang komprehensif termasuk dibidang ekonomi seperti pemberian modal usaha.
     Dengan demikian setelah ditutup, warga tidak lagi beraktivitas sebagai penambang, sebab pendapatan warga dapat ditutup dari kebijakan yang akan di keluarkan pemkab seperti pemberian modal usaha, ujarnya. (Hms14/Edy Laks)

Berita Terkait