Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PERLU SUBSIDI PASIEN PENGGUNA DARAH

Senin, 15 Pebruari 2010 Pemerintahan
PERLU SUBSIDI PASIEN PENGGUNA DARAH

TEMANGGUNG, Menurut peta bencana, bahwa daerah kedu pada umumnya, terutama di Temanggung, memiliki potensi terjadinya bencana alam tanah longsor dan angin kencang. Terlebih lagi menurut perkiraan BMKG bahwa bulan Pebruari merupakan puncak musim hujan, dan di Jawa pada umumnya masih berlangsung. Untuk itu, PMI yang berada di garis depan  dalam memberikan pertolongan pertama dalam pelayanan kemanusiaan untuk siap siaga dan waspada.
     Namun demikian pelayanan kemanusiaan yang dilakukan oleh PMI tidak hanya penanganan bencana saja, akan tetapi lebih identik bahwa PMI merupakan penyedia darah, sehingga masyarakat yang membutuhkan darah pasti akan merujuk ke PMI.
     “Oleh sebeb itu stok darah di PMI harus tetap ada,” demikian dikatakan Wakil Bupati Temanggung Ir. Budiarto MT pada acara Rakor PMI se Bakorwil II Tahun 2010 yang berlangsung di Balai Latihan Kerja Maron, Temanggung, kemaren. Acara ini juga dihadiri Ketua PMI Jawa Tengah Sasongko Tedjo, perwakilan pengurus PMI Cabang dari  Kabupaten/Kota, dan pejabat terkait di lingkungan Pemkab Temanggung.
     Wakil Bupati menggambarkan, trend kebutuhan darah akhir-akhir ini semakin meningkat, disisi lain harga darah semakin sulit dijangkau terutama bagi keluarga yang tidak mampu.  Sementara keluarga miskin yang memiliki kartu Jamkesmas, klaim yang didapat dari Jamkesmas hanya Rp. .120.000,-dari harga darah per kantong darah Rp. 250.000,-.
     Pemerintah kabupaten Temanggung sendiri, menurut Budiarto, pada Tahun 2010 hanya mampu memberikan subsidi Biaya Pengganti Pengolahan Darah kepada masyarakat miskin  peserta jamkesmas saja, tidak seperti tahun-tahun lalu yang diberikan kepada masyarakat Temanggung pengguna darah.
     “Kalau memungkinkan rakor ini dapat memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi atau Pusat agar biaya darah bagi peserta Jamkesmas dapat dicukupi dari anggaran Jamkesmas sehingga dana yang ada di Kabupaten/kota dapat mensubsidi pasien lain,” sambungnya.
     Untuk kegiatan PMI di Kabupaten Temanggung, Wabub menambahkan, PMI telah banyak membantu melakukan kegiatan sosial, diantaranya donor darah, penanganan bencana alam, tanah longsor dan lain-lain. Namun demikian, untuk mencapai kerja dan hasil yang maksimal diperlukan koordinasi dengan daerah lain.
     Sementara itu Sasongko Tedjo dalam sambutannya mengatakan, PMI perlu menyamakan persepsi dalam melaksanakan tugas kepalangmerahan. Untuk itu dituntut performa yang baik dalam aplikasinya di masyarakat. Tugas penanganan bencana alam sudah dilakukan secara baik, namun penanganan donor darah menjadi prioritas.(Hms10/Arbai)

Berita Terkait