Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

MENTAN AGAR MENYERAP BAWANG PUTIH TEMANGGUNG

Jumat, 24 April 2020 Pertanian dan Perkebunan

TEMANGGUNG, Bupati Temanggung, HM Al Khadziq mengadakan Jumpa Pers pagi tadi (24/4) di Pendopo Pengayoman terkait dengan kondisi bawang putih di Kabupaten Temanggung. Hal ini menilik kondisi saat ini petani Kabupaten Temanggung tengah panen raya bawang putih, namun harga jual di tingkat petani sangat anjlok sehingga bukan saja petani yang mengalami kerugian tetapi program swa sembada bawang putih nasional juga terancam kelanjutanya.
     Pada musim tanam tahun 2020 ini dari data luasan bawan gputih total se Kabupaten Temanggung seluas 2.381 ha, telah dilakukan panen sekitar 70 %  dengan produksi 6.667 ton. Dari produksi tersbut untuk bibit sebesar 1.845 ton sedangkan sisanya untuk konsumsi sebesar 4.822 ton. Dengan harga panen cabut basah Rp. 8.000 – Rp. 10.000, kering magel Rp. 20.000, kering benih di petani (2-3 bulan) Rp. 35.000 dan kering benih di penangkar siap tanam seharga Rp. 45.000. Dengan penurunan harga sebesar 20 % tersbut perani bawang putih temanggung mengalami kerugian.
     Sedianya produksi bawang putih dari Kabupaten Temanggung 60-70 % untuk melayani benih seluruh Indonesia, Namun, karena perubahan Permentan tentang rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dimana importir tidak wajib tanam untuk mendapatkan rekomendasi impor produk hortikultura tetapi mempunyai utang tanam setelah mendapatkan RIPH. Jumlah utang tanam importir seluas 2.150 hektare atau setara kebutuhan bibit 1.125 ton. Kemudian program APBN tahun 2020 karena ada pendemi COVID-19 menyebabkan seluruh anggaran APBN dilakukan refokusing sehingga lahan pengembangan bawang putih awalnya 4.050 hektare menjadi 2.000 hektare dengan kebutuhan benih 1.000 ton. Sehingga kebutuhan benih total nasional hanya 2.125 ton. Jika dicukupi dari Temanggung 75%nya sebesar 1.594 ton. Sehingga sisa dari kebutuhan benih bisa masuk pasar konsumsi. Sehingga sisa bawang putih yang belum terserap sebagai bibit sebesar 9.524 ton dikurangi 1.594 ton menjadi 7.930 ton siap masuk pasar konsumsi.
     Berdasarkan kenyataan tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Temanggung memohon kepada Menteri Pertanian untuk menyerap bawang putih produksi petani Temanggungyang berasal dari program APBN 2020, dan mewajibkanpara importir bawang putih mitra petani untuk membeli bawang putih Temanggung. Bupati Temanggung Temanggung juga memohon kepada Mentri Pertanian untuk memberlakukan kembali wajib tanam bagi importir bawang putih dengan memberlakukan Permentan nomor 38/PERMENTAN/HR060/11/2017, dengan demikian para importir akan mencari lahan dan membeli bibit dari petani lokal guna memenuhi kewajiban tanam. (humas/2020)

Berita Terkait