Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

WASPADA BAHAYA LONGSOR

Kamis, 02 Oktober 2014 Bencana
TEMANGGUNG, Memasuki musim awal penghujan pada akhir Oktober warga masyarakat utamanya yang tinggal diperbukitan untuk mewaspadai terjadinya bencana tanah longsor. Selain itu juga kemungkinan terjadi serangan angin puting beliung      
     Kasi Logsitik dan Darurat Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto di kantornya  Rabu (1/10) mengatakan, bahwa pada akhir Oktober berdasarkan ramalan cuaca dari BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika) sudah mulai musim hujan. Peralihan musim diprediksikan pada pertengahan Oktober.Ia mengatakan, pada peralihan musim rawan terjadi bencana angin puting beliung. Bencana tersebut biasanya terjadi di lereng gunung Sindoro-Sumbing dan Prau. Wilayah yang rawan terkena puting beliung mengharuskan waspada saat angin kencang mulai bertiup.
     Kewaspadaan masyarakat merupakan salah satu kunci menghindari adanya korban jiwa saat terjadi bencana alam. Pihaknya berharap, saat angin puting beliung muncul, warga harus keluar dari dalam rumah serta mencari tempat yang aman untuk berlindung. Selain itu, hujan pertama juga rawan menyebabkan bencana tanah longsor. Bencana tersebut muncul akibat kondisi tanah yang kering di tebing, apabila terguyur air maka akan terjadi penambahan beban akibat resapan air. Dengan beban bertambah berat, maka tanah yang masih labil tersebut rawan longsor.
     Menurutnya wilayah yang rawan terjadi bencana tanah longsor adalah wilayah perbukitan dengan tebing yang labil. Selain itu, kawasan pemukiman penduduk di beberapa titik juga rawan terkena longsor. Akses jalan raya dan jalur perkampungan yang bertebing juga rawan terputus apabila terjadi bencana tersebut. Di mana saja berpotensi longsor kalau kondisi tanah labil. Jadi harus selalu  waspada. (Hms14/Edy Laks)

Berita Terkait