Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

15 INSTITUSI DUKUNG ESKAVASI LIYANGAN

Rabu, 08 Oktober 2014 Umum
TEMANGGUNG, Program eksavasi terhadap situs Liyangan di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo mendapat dukungan 15 institusi arkeologis seluruh Indonesia. Dukungan tersebut dibuktikan dengan pertemuan seluruh institusi yang didominasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) pada akhir bulan lalu. Mereka mendesak agar situs ini menjadi prioritas penanganan karena keragaman yang terkandung didalamnya.
     Kabid Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Didik Nuryanto di kantornya Rabu (8/10) mengatakan, pertemuan yang dihadiri oleh seluruh pucuk pimpinan 15 institusi tersebut terdiri dari Kepala BPCB Jawa Tengah, Kepala Balai Arkeologi Jogjakarta, Kepala BCB Gorontalo, BPCB Aceh, Pengemebangan PBSMP Sangiran, BPCB Jawa Timur, BPCB Batu Sangkar, BPCB Serang, BPCB Samarinda, BPCB Jambi, BPCB DIY, BK Borobudur, PBCB Bali dan Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung.
     Hasil pertemuan mereka mendesak agar menetapkan Situs Liyangan sebagai prioritas penanganan karena keragaman yang dimiliki.Pertemuan tersebut selain memberikan dukungan, juga menyusun strategi perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan situs. Diantara rekomendasi yang dihasilkan antara lain perlu penelitian berlanjutan untuk mengungkap nilai penting yang terkandung dalam situs, penetapan batas situs, penetapan sebagai cagar budaya, pembangunan site museum serta penambahan sumber daya manusia.
     Ia mengatakan, pembagian tugas yang dimaksudkan antara lain Balai Arkeologi Jogjakarta bertugas melokalisir area yangberpotensi terdapat temuan arkeologis dan melanjutkan penelitian yang sudah dilakukan. Balai Konservasi Borobudur bertugas menyelamatkan materi temuan yang dihasilkan, BPCB Jawa Tengah bertugas pengawasan, pemeliharaan, pengamanan terhadap situs dan temuan serta melakukan kajian pelestarian cagar budaya, termasuk mengakomodir tenaga teknis dari seluruh BPCB seluruh Indonesia.
     Sedang  untuk pemerintah daerah memiliki tugas sosialisasi terhadap masyarakat mengenai pelestarian cagar budaya dan melakukan pengendalian terhadap aktivitas penambangan di sekitar situs serta pembebasan lahan yang diduga mengandung temuan arkeologis. (Hms14/Edy Laks)

Berita Terkait