Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

ATASI KONFLIK DENGAN MEDIASI

Selasa, 21 Oktober 2014 Pendidikan
TEMANGGUNG, Satuan pendidikan harus memiliki fungsi mendidik dan mengarahkan. Oleh karena itu, apabila ada satu konflik untuk menyelesaikannya mesti dilakukan mediasi.
     Harapan itu disampaikan Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung kepada  satuan pendidikan yakni SD 1 Pringsurat melakukan mediasi terhadap pihak-pihak yang berkonflik antara pelaku tindak kekerasan dan korban. Apabila pihak satuan pendidikan tidak melakukan langkah tersebut maka fungsi satuan pendidikan dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya.
     Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung, Zaenal Faizin di kantornya Senin (20/10) mengatakan, kalau memang benar dan belum ada tindakan yang dilakukan oleh pihak satuan pendidikan itu menyalahi prosedur. Satuan pendidikan harus memiliki fungsi mendidik dan mengarahkan, termasuk dalam masalah tersebut. Ia mengatakan, kasus yang terjadi sejak April hingga Oktober seharusnya telah dilakukan penyelesaian dalam dua tahap, yakni tahapan mediasi dan tahapan pengarahan.
     Tahap mediasi dilakukan dengan memanggil kedua belah pihak, termasuk orang tua masing-masing untuk dilakukan penyelesaian terhadap masalah ini. Langkah kedua, lanjut Zaenal, dilakukan dengan tahapan pengarahan kepada anak-anak yang berkonflik agar tidak melakukan perbuatan yang sama untuk kedepannya. Tahapan ini paling penting sebagai langkah antisipasi dan perkembangan kasus bullying kedepannya.
     Ketika dikonfirmasi mengenai kemungkinan penanganan di ranah hukum, ia menjelaskan hal tersebut tidak perlu dilakukan. Sebab, penyelesaian pada ranah hukum tidak dapat dilakukan mengingat posisi yang berkonflik terlindungi oleh UU Perlindungan Anak.
     Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung, Ujiyono, mengatakan, terkait konflik penganiayaan anak yang terjadi di Pringsurat, menurutnya telah diselesaikan sejak setelah peristiwa tersebut. Penyelesaian yang dilakukan melibatkan orang tua korban dan pelaku, satuan pendidikan, UPT Pendidikan dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar. (Hms14/Edy Laks)

Berita Terkait