Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

TUJUH SEKOLAH MASUK NOMINASI ADHIWIYATA NASIONAL

Jumat, 24 Oktober 2014 Pendidikan
TEMANGGUNG, Sebanyak tujuh sekolah di Kabupaten Temanggung masuk nominasi pada lomba Adhiwiyata Tingkat nasional tahun 2014. Ketujuh sekolah ini yaitu SMP Negeri 1 Temanggung, SMP Negeri 2 Temanggung, SMP Negeri 6 Temanggung, SD Al Kautsar Temanggung, SMA Negeri 1 Candiroto, SMK Negeri Tembarak dan SMA Negeri 1 Temanggung. Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan keasadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
     Sekretaris Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung, Drs. Adi Nurtantio mengatakan ketujuh sekolah yang masuk nominasi sebelumnya telah diseleksi administrasi oleh tim pusat. Dan pada akhir Oktober 2014 ini, Tim Pusat dari Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia akan turun ke lapangan di masing-masing sekolah untuk melakukan penilaian.
     Adi Nurtantio menambahkan, sebelumnya ketujuh sekolah tersebut telah mengikuti lomba yang sama untuk tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dan hasilnya cukup mnggembirakan karena perolehan nilai diatas 72, yang juga menjadi salah satu syarat untuk ikut dalam lomba tingkat nasional.
     “Kita berharap paling tidak ada beberapa dari tujuh sekolah itu bisa mendapatkat kriteria terbaik dan memperoleh Trophy Adhiwiyakta tingkat nasional,” jelasnya.
     Sementara itu, dua sekolah sebelumnya yakni SMA Negeri 2 Temanggung dan SMK Negeri 1 Temanggung telah memperolah Trophy Adhiwiyata Tingkat Nasional. Bahkan, keduanya telah meraih Adhiwiyata Mandiri dari Kementrian Lingkungan Hidup karena mampu meningkatkan kriteria penilaian. Sementara itu satu sekolah yakni Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jurang Temanggung juga telah meraih penghargaan Adhiwiyata Tingkat nasional dan saat ini menuju tingkat Adhiwiyata Mandiri.
     Kabid Lingkungan Hidup pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung, Sururul Huda menjelaskan, untuk bisa masuk dalam nominasi penilaian tingkat pusat harus memenuhi kriteria tertentu. Diantaranya, partisipasi warga sekolah, yakni kepala sekolah, guru, murid dan komponen lainnya harus aktif berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan hidup.
     Setiap sekolah harus ada bank sampah yang tugasnya mengelola sampah agar sampah menjadi sesuatu yang menarik dan bermanfaat. Keterlibatan langsung dari warga sekolah ini diharapkan akan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman dan indah. Selain itu, sekolah juga harus membuat inovasi dan kreatif untuk menciptakan lingkungan yang baik.
     “ Yang paling penting, sekolah harus bisa menciptakan budaya bersih kepada semua warga sekolah. Hal dapat dilakukan dengan kegiatan rutin seperti Jumat Bersih dan kegiatan kebersihan lainnya,” ujar Sururul.
     Ia menambahkan, saat ini Pemkab Temanggung tengah menggalakkan gerakan “cabut paku” kepada semua pihak baik PNS, siswa sekolah maupun masyarakat. Gerakan ini bertujuan untuk membersihkan benda-benda yang bisa merusak pohon. Gerakan ini diharapkan dapat mendukung pelestarian lingkungan di Kabupaten Temanggung. (HMS14/Arbai).

Berita Terkait