Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

HUJAN DATANG AIR TANAH NORMAL

Rabu, 29 Oktober 2014 Umum
TEMANGGUNG, Kendati intensitas hujan yang turun di Kabupaten Temanggung belum terlalu tinggi, namun hujan yang terjadi sejak dua pekan terakhir cukup membuat air tanah kembali normal. Meski demikian, bantuan air bersih tetap dibutuhkan karena kebutuhan air belum sepenuhnya terpenuhi dari sumber mata air yang ada.
     Rudy, warga Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran menuturkan, setelah turun hujan tuk (mata air) sudah mulai keluar airnya lagi, padahal baru hujan enam kali, tapi airnya masih belum banyak. Ia mengatakan, dalam empat bulan terakhir, wilayahnya merupakan daerah yang rawan mengalami kekeringan. Tercatat telah ratusan tangki diterima wilayah ini. Rata-rata dalam satu pekan dikirim dua atau tiga kali dengan jumlah sekali kirim dua unit tangki.
     Sumber mata air yang ada mengalami penurunan debet cukup tinggi. Hasilnya, warga yang sebelumnya mengandalkan aliran air dari titik tersebut terpaksa mengambil dari desa lain terdekat. Namun sekarang sudah mulai mengalir lagi, tapi belum banyak, tuturnya.
     Terpisah, Direktur PDAM Tirta Agung Temanggung, Suparto Eddy Sucahyo, mengatakan, wilayah Tepusen merupakan wilayah yang rawan mengalami kekeringan. Untuk itu, pihaknya tengah mengerjakan proyek penggalian pipa PDAM sehingga dapat menjangkau wilayah ini. Diperkirakan pada akhir tahun 2014 proyek selesai sehingga masyarakat tidak lagi kekurangann air.
     Sedang Kasi Logistik dan Darurat Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto mengatakan, pihaknya telah menerima anggaran dari APBD sebesar 400 tangki air untuk mengatasi kekeringan di 56 Dusun, 19 desa dan 7 kecamatan. Angka tersebut merupakan data terakhir yang pada awal musim kemarau lalu hanya 29 dusun yang terdampak kekeringan. Angka kekeringan terus meluas, BPBD mendapat bantuan dari BNPB sebesar Rp. 400. (Hms14/Edy Laks)

Berita Terkait