Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

EMPU BHARADA PENTAS DI TAMAN MINI JAKARTA

Jumat, 06 Maret 2015 Bencana
TEMANGGUNG, Kesenian kuda lumping dari Desa Tlilir Kecamatan Tlogomulyo bakal  pentas mewakili Kabupaten Temanggung  di anjungan Jawa Tengah kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Minggu besuk (8/3). Pentas seni juga dimeriahkan bazar aneka produk-produk unggulan khas Temanggung dan kuliner.
     Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olah Raga kabupaten Temanggung Didik Nuryanto dikantornya Kamis (5/3) mengatakan, pentas di Anjungan Jawa tengah Taman Mini Jakarta merupakan agenda rutin kalender tahunan yang pada minggu besuk 8 Maret 2015 giliran Kabupaten Temanggung untuk mengisinya. Atraksi kesenian yang disiapkan yakni   seni kuda lumping  dari Desa Tlilir Kecamatan Tlogomulyo yang dipadukan dengan tari merak dan  tari leak.
     Diutarakan dipilihnya kesenian kuda lumping karena merupakan kesenian tradisional   mayoritas yang ada di Temanggung. Dalam pentas tersebut atraksi kuda lumping  menceritakan konflik antara Prabu Erlangga raja kahuripan dari pulau Jawa melawan Calon Arang seorang dukun sakti dan jahat dari pulau Bali. Pertarungan berlangsung sengit melibatkan prajurit berkuda  yang dipimpin Empu Bharada. Dengan gagah berani  pasukan Empu Bharada menggempur habis-habisan pasukan Calon Arang hingga  dapat mengalahkan musuh. Kemenangan gemilang prajurit dari Kerajaan Kahuripan  dibawah kendali Prabu Erlangga tersebut disambut gegap gempita seluruh rakyat,    sehingga bisa mewujudkan tata kehidupan yang aman, dami dan sejahtera.
     Selain mementaskan seni kuda lumping, dalam event tahunan itu juga akan ditampilkan ritual “dangir soto“ yang menggambarkan tradisi masyarakat petani  lereng Sumbing-Sindoro dalam mempersiapkan tanaman tembakau. Para petani  dengan penuh semangat mencangkul menyiapkan lahan pertaniannya, menyemai benih, menebar pupuk, menanam hingga merawat tembakau. Hal itu dilakukan agar  tanaman tembakau yang menjadi tanaman emas hijau bisa tumbuh subur dan kelak ketika masa panen bisa sukses sehingga petani menikmati keuntungan.
     “Duta seni Temanggung berkekuatan 30 personil didampingi 10 official, berbagai persiapan telah dilakukan yakni dengan latihan secara intensif. Diharapkan dalam pentas nanti seluruh warga perantuan Temanggung di Jakarta bisa menyaksikannya, sekaligus untuk temu kangen,” ujarnya seraya menambahkan dijadwalkan pentasseni akan dihadiri Bupati dan sejumlah pejabat serta diikuti warga  perantauan Temanggung yang tergabung dalam Forum Ikatan Kadang Temanggung (FIKT). (Hms15/Edy Laks)

Berita Terkait