Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

REVITALISASI PROGRAM KB DIPERCEPAT

Kamis, 29 September 2011 Kesehatan
REVITALISASI PROGRAM KB DIPERCEPAT

TEMANGGUNG, Melalui percepatan  Revitalisasi Program KB Kes yang dilaksanakan secara terpusat di kecamatan Kranggan diharapkan mampu  menggerakkkan partisipasi baik  dari unsur  instansi pemerintah, LSM dan tokoh masyarakat  serta pihak terkait lainnya. Dengan demikian  diharapkan Program KB berhasil mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. 
     Hal itu disampaikan Komandan KODIM 0706 Temangung Letkol Infantri Zainudin pada acara pelayanan KB dalam rangka percepatan revitalisasi program KB kes TNI Manunggal  di aula Kelurahan Kranggan Rabu (28/9). Hadir dalam klesempatan itu pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Wakil Bupati, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten  dan pejabat terkait .
     “Melalui bhakti sosial KB kes kita optimalkan pelaksanaan percepatan revitalisasi program KB nasional kerjasama BKBPP dengan TNI dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera“  tandasnya  seraya menambahkan untuk mewujudkan hal itu  memerlukan  kerja keras dan dilaksanakan terus menerus dan berkesinambungan.
     Menurutnya  dalam Bhakti Sosial KB Kes TNI Manunggal yang dimulai sejak 5 bulan lalu  telah menghasilkan  peserta KB IUD 2981, MOW 302, MOP 37, inplan 5462, suntik 6529, pil 915 dan kondom 490. Diutarakan, pelayanan KB melalui Bulan Bhakti Sosial KB Kes TNI Manunggal  belum maksimal perlu skala prioritas dengan berorientasi masyarakat ekonomi lemah, melalui pendekatan  sebaran informasi, advokasi dan konseling.
     Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Budiarto mengatakan, Pemkab menyambut positif telah dilaksanakannya  Bhakti Sosial KB Kes TNI Manunggal guna menekan laju pertumbuhan penduduk.  Pemerintah Kabupaten mendukung  setiap upaya yang ditujukan untuk mewujudkan pengendalian pertumbuhan penduduk atau lebih dikenal dengan sebutan penururan Total Fertilety Rate (TFR).
     “Melalui program Keluarga berencana dan penjaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat akan sangat terkait secara krusial dan langsung berdampak pada peningkatan derajat kesejahteraan  masyarakat“ ujarnya seraya menambahkan pertumbuhan penduduk, kualitas sumber daya manusia yang rendah dan sempitnya kesempatan kerja  merupakan akar permasalahan kemiskinan.
     Menurut Bupati   saat ini jumlah penduduk di Indonesia  dan pertumbuhannya sudah berada  pada tingkat  yang perlu  diwaspadai,  kondisi penduduk dengan segala  ciri dan perilaku  demografisnya merupakan faktor yang sangat mendasar dalam pembangunan. Jumlah penduduk  yang besar tandasnya, dapat menjadi asset pembangunan apabila disertai dengan ciri dan perilaku  demografis serta kualitas yang mampu memberikan kontribusii maksimal terhadap pembangunan.
     Namun demikian sebaliknya  jumlah penduduk yang besar dengan laju pertumbuhan yang cepat akan menjadi faktor penghambat pembangunan manakala ciri dan perilaku serta kualitasnya tidak menguntungkan. Oleh karena itu  lanjutnya, program KB menjadi urusan wajib  dan harus didukung oleh semua komponen masyarakat. Dengan demikian program pembangunan  tidak akan mempunyai nilai tambah manakala program KB tidak berhasil.(Hms11/Edy Laks)

Berita Terkait