Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PELUNCURAN ANTOLOGI PUISI PROGO 3

Selasa, 26 Mei 2015 Umum

TEMANGGUNG, Kepala Dinas Pendidikan Darmadi meluncurkan Buku antologi puisi "Progo 3" karya Keluarga Studi Sastra Tiga Gunung Temanggung Sabtu kemarin ( 23/5)  di Pendopo Pengayoman. Peluncuran ditandai dengan bedah buku oleh, Ded Murniasti Nia Samsihono dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemendikbud, dan penyair Gunoto Saparie selaku moderator dan dimeriahkan penampilan 38 penyair handal dari berbagai kota di Indonesia.
     Kepala Dinas Pendidikan, Darmadi dalam sambutannya mengatakan menyambut positif peluncuran antologi puisi tersebut, dan berharap sastrawan Temanggung bisa berkarya lebih baik di masa-masa mendatang. Menurutnya, Pemkab mendukung para sastrawan untuk terus berkarya.
     Murniasti Nia Samsihono dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemendikbud dalam bedah buku anatologi puisi progo 3 memuji karya puisi dalam antologi itu, yang bahasanya mengandung banyak makna dan metafora baru, Nia juga mengkritiknya. Yakni, ejaan beberapa kata dalam puisi ada yang belum sesuai kaidah, serta terdapat kata bahasa Jawa, yang bisa jadi tidak diketahui semua pembacanya
     Ketua Keluarga Studi Sastra Tiga Gunung Roso Titi Sarkoro di Temanggung, Senin (11/5) mengatakan antologi puisi "Progo 3" merupakan episode ketiga setelah sebelumnya terbit "Progo 1" dan "Progo 2" yang diterbitkan oleh komunitas Wahana Dialog Seniman Temanggung (Wadista) yang berdiri 1993.
     Keluarga Studi Sastra Tiga Gunung merupakan alih nama dari Wadista atas kesepahaman bersama demi aktualitas dan kekinian komunitas. Tiga gunung, yakni Sumbing, Sindoro, dan Perahu serta aliran Kali Progo yang menjadi ikon Kabupaten Temanggung menjadi inspirasi sejumlah penyair 'Progo 3’. Dari sekitar 200 puisi yang dimuat dalam "Progo 3" mengangkat tema alam dan berbagai dimensi kehidupan masyarakat Temanggung.
     “Peluncuran buku Antologi Puisi Progo 3, diharapkan menandai kebangkitan angkatan sastrawan muda di Kabupaten Temanggung. Diharapkan, dari para sastrawan itu nantinya akan lahir penyair, cerpenis, novelis serta esais besar, yang karyanya mendunia” ujarnya. (Hms15/Edy Laks)

Berita Terkait