Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

UNTUK MASA DEPAN CERAH, PELAJAR JANGAN KONSUMSI NARKOBA

Kamis, 08 Oktober 2015 Pendidikan

TEMANGGUNG, Pemerintah Kabupaten Temanggung menaruh perhatian serius terhadap penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, kepada kalangan pelajar diminta untuk menjauhi narkoba supaya sukses di sekolah dan memiliki masa depan yang gemilang.
     Demikian dikemukakan Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi dalam acara  pembukaan sosialisasi  bahaya Narkoba  kepada pelajar SLTA, guru pendamping dan unsur Tim Penggerak PKK di Pendopo Pengayoman Temanggung, Rabu (7/10). Acara Sosialisasi  dihadiri Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik  SFK Kuncoro  dan nara sumber Kepala badan Narkotikan Nasional Kabupaten (BNNK) Temanggung Istantiono, Sutomo dari Sat Narkoba Polres Temanggung dan Bambang Setyadi  pemerhati masalah HIV/AIDS.
     Dikatakan, permasalahan narkoba dan AIDS mengundang keprihatinan bersama  untuk diilakukan langkah konkret agar tidak semakin meluas. Oleh karena itu, BNK berupaya keras melakukan pencegahan dengan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Kepada para pelajar ditekankan jangan sekali-kali mencoba mengkonsumsi narkoba karena tidak ada untungnya, justru merugikan baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang. Oleh karena itu, para pelajar hendaknya konsentrasi penuh dalam belajar dilandasi do’a, usaha, ikhtiar dan taqwa agar sukses meraih cita-cita.
     Menurutnya segala sesuatu kegiatan utamanya dalam belajar harus diawali dengan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa yang tulus dan iklas ditindak lanjuti dengan usaha dan ikhtiar yang maksimal. Selain itu harus memiliki Taqwa yang kuat yakni menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya termasuk didalamnya tidak mengkonsumsi narkoba.
     “Kunci sukses yakni harus bermodalkan DUIT yaitu Do’a, Usaha, Ikhtiar dan Taqwa  niscaya para pelajar bisa meraih prestasi tinggi di sekolah dan sukses menggapai cita-cita,” pintanya.
     Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik  SFK Kuncoro  menjelaskan,  sosialisasi  bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Kasus Penyalahgunaan Narkoba terus meningkat, bahkan sasaran sudah merambah sampai desa-desa yang menyerang pada genersai muda. Temanggung tidak lagi menjadi sub penyalur namun telah menjadi penyalur barang-barang haram itu dengan konsumen terbesar kalangan generasi muda. Oleh karena itu, melalui sosialisasi diharapkan menciptakan remaja yang cerdas, beriman, berkualitas dan mampu menjadi pemimpin  bangsa yang bijaksana  serta bebas narkoba.
     Narasumber Kepala BNNK, Istantiono mengatakan sesuai ketentuan Undang-Undang No : 35 Tahun 2009 tentang Narkoba pasal 112 pasal 1 Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah). Pasal (2) Dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga). Selain itu dalam Pasal 54 pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi
     medis dan rehabilitasi sosial.
     Sutomo dari Sat Narkoba PolresTemanggung  mengatakan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menggunakan narkotika golongan I terhadap orang lain atau memberikan narkotika golongan I untuk digunakan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah,” ujarnya.
     Bambang Setyadi pemerhati HIV/AIDS meminta pelajar untuk menjauhi minuman keras, Narkoba dan pergaulan bebas  supaya tidak terjangkit penyakit HIV/AIDS yang hingga kini belum ada obatnya. Pasalnya  dengan meminum miras, mengkonsumsi narkoba dan seks bebas menjadi pintu masuk  virus HIV/ AIDS yakni virus yang mengakibatkan menurunnya kekebalan tubuh hingga menyebabkan kematian.  (Hms15/Edy Laks)

Berita Terkait