Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

WARGA REJOSARI BANGUN LUMBUNG PANGAN

Kamis, 22 Oktober 2015 Ketahanan Pangan

TEMANGGUNG, Warga masyarakat Dusun Pakisdadu Desa Rejosari Kecamatan Paringsurat saat ini tengah membangun gudang lumbung pangan. Pelaksanaan pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Irawan Prasetyadi  Selasa  kemarin (20/10) disaksikan Kepala kantor Ketahanan Pangan Urip Agus setyobudi dan pejabat terkait serta tokoh-tokoh masyarakat.
     Wakil Bupati Irawan Prasetyadi dalam sambutannya mengatakan, menyambut positif dilasanakannya pembangunan gudang lumbung pangan sebagai tempat untuk menyimpan gabah baik  disaat menghadapi panen raya maupun disaat menghadapi paceklik sehingga mampu menyediakan pangan bagi kebutuhan masyarakat. Itulah sebabnya lumbung pangan masyarakat ditumbuhkembangkan untuk menampung cadangan pangan. Jika terjadi bencana yang menyebabkan pasokan bahan pangan terputus, musim paceklik atau gagal panen, persediaan pangan tetap ada di tengah masyarakat.
     ”Peletakan batu pertama menjadi momentum penting untuk mewujudkan sarana gudang yang memadai untuk tempat menyimpan cadangan pangan utamanya gabah guna menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat. Diharapkan pelaksanaan pembangunan proyek berjalan lancar tepat waktu dan tepat mutu sesuai rencana, sehingga menghasilkan bangunan yang berkualitas,“ pintanya.
     Kepala Kantor Ketahanan Pangan Urip Agus Setyobudi dalam laporannya, mengatakan pada tahun anggaran 2015 Pemkab Temanggung mendapat bantuan  untuk penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dari Pemerintah pusat melalui Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian sebesar Rp.150 juta. Anggaran tersebut selanjutnya disalurkan ke Desa Rejosari yang digunakan untuk pembangunan gudang lumbung pangan Rp.45 Juta, distribusi/dagang gabah Rp.90 juta dan Rp.15 juta digunakan untuk cadangan pangan.
     Menurutnya Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat merupakan kegiatan dalam rangka meningkatkan kemampuan Gapoktan di wilayah sentra produksi padi dan jagung agar mampu membantu anggotanya dalam mengolah/mendistribusikan/memasarkan hasil produksi pangannya disaat menghadapi panen raya dan mampu menyediakan pangan bagi kebutuhan anggotanya disaat menghadapi paceklik. Ia menjelaskan, pengembangan LPM dilakukan dalam tiga tahun melalui tiga tahap, meliputi penumbuhan, pengembangan dan keman¬dirian.
     Tahap penumbuhan mencakup identifikasi lokasi dan pemban¬gunan fisik lumbung. Sedangkan pengembangan mencakup identifikasi kelompok lumbung pangan dan pengisian cadangan pangan. Sedangkan pada tahap kemandirian, kelembagaan kelompok dikuatkan sekaligus pemberian penguatan modal agar mampu mengembangkan usaha untuk keberlanjutan kelembagaan lumbung pangan.
     Ketua Gapoktan Rejo Makmur Desa Rejosari Sukardi menuturkan selama ini  masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangan utamanya pada masa paceklik karena tidak memiliki tempat untuk menyimpan. Oleh karena itu dengan adanya  bantaun Pemerintah untuk pembangunan  gudang lumbung pangan dirasakan sangat membantu  yang nantinya digunaklan untuk menyimpan  cadangan pangan sekaligus sebagai tempat usaha perdagangan gabah. dengan demikian keberadaan Gapoktan  yang diantaranya difungsikan sebagai lembaga distribusi pangan masyarakat semakin maju dan berkembang.  (Hms15/Edy Laks)

Berita Terkait