Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

POLRES GELAR RAZIA MALAM

Kamis, 21 Januari 2016 Umum

TEMANGGUNG, Pasca terjadinya ledakan bom di Thamrin Jakarta Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Temanggung langsung menggelar razia malam serentak. Tujuannya adalah mempersempit ruang gerak dan menutup akses para pelaku teror.
     Menurut Kabag Ops Polres Temanggung, Kompol Sugiyatmo di kantornya Selasa (19/1) mengatakan Dalam razia tersebut polisi memprioritaskan sasaran kepada kendaraan roda empat maupun bak tertutup. Barang bawaan penumpang, bagasi, hingga kolong mobil tak luput dari pemeriksaan. Selain itu, pemeriksaan juga menyasar mobil boks.Hasilnya nihil, petugas hanya berhasil menjaring pengendara yang melakukan pelanggaran kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat. Selain puluhan sepeda motor yang dikenai sanksi tilang, petugas juga menahan satu unit mobil MPV berwarna abu-abu yang mengangkut tiga penumpang.
     Penahanan ini terkait plat nomor kendaraan K 9000 H yang terpasang tidak sesuai dengan nomor kendaraan tertera di STNK, S 1381 HM. Diduga ia hendak mengelabui petugas dengan memasang nomor cantik yang biasanya hanya dipakai oleh pihak-pihak tertentu.
     “Kabupaten Temanggung tercatat sempat beberapa kali menjadi lokasi persembunyian teroris, meski jejak mereka tercium oleh Densus 88. Pertama pada tahun 2009 di Beji Kecamatan Kedu, selanjutnya di Sojayan Kecamatan Bulu pada tahun 2013, termasuk ditangkapnya terduga simpatisan ISIS medio 2015 silam.Nah razia ini kita lakukan sebagai langkah antisipasi,“ ujarnya.
     Razia pada malam hari itu digelar serentak di dua titik berbeda, Mapolres Temanggung dan Jalan Raya Kedu Parakan. Sasaran utamanya adalah mencari kemungkinan pengendara yang membawa bahan peledak, senjata tajam, minuman keras, dan narkoba. Terkait terorisme, Sugiyatmo menyatakan bahwa pihak kepolisian akan terus meningkatkan kewaspadaan, termasuk mengawasi pergerakan kelompok tertentu.Ia memastikan bahwa pasca ledakan bom di Jakarta, situasi di Temanggung terpantau kondusif. Oleh sebab itulah, masyarakat diminta untuk tidak panik dan terpancing dalam kekhawatiran secara berlebihan. (Hms15/Edy Laks)

Berita Terkait