Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

ORMAS DIMINTA BERANTAS NARKOBA

Jumat, 15 April 2016 Sosial

TEMANGGUNG, Organisasi kemasayarakatan diminta ikut membantu pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi bahaya narkoba. Dengan  adanya bantuan dari Ormas diharapkan penyalahgunaan narkoba bisa bisa ditekan serendah mungkin guna memwujudkan Indonesia Bebas Narkoba.
Hal itu dikemukakan Kepala badan Narkotika Nasional Kabupaten Temanggung Istantiono dalam acara advokasi dan work shop pencegahan dan pemberantasan narkoba  bagi Organisasi Kemasayarakatan ( Ormas ) di Temanggung  Kamis ( 14/4 ). Acara tersebut diikuti 40 peserta  perwakilan dari 4 Ormas yaitu FKPPI, RAPI, SENKOM dan KOFORTE.  Diutarakan Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, kepada kalangan Ormas  diminta berpartisipasi membantu Pemerintah dalam rangka mencegah dan menanggulangi Narkoba , utamanya membersihkan  Narkoba dari lingkungan Ormas sendiri kemudian melebar ke lingkungan lain. Dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian , namun membutuhkan  kerjasama berbagai pihak termasuk Ormas  agar berjalan  efektif dan efisien .
Dikatakan, permasalahan narkoba mengundang keprihatinan bersama  untuk diilakukan langkah konkret agar tidak semakin meluas. Oleh karena itu, BNN berupaya keras melakukan pencegahan dengan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah maupun ke Desa dan kelurahan Kepada siapapaun ditekankan jangan sekali-kali mencoba mengkonsumsi narkoba karena tidak ada untungnya, justru merugikan baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang.
Ia  mengatakan sesuai ketentuan Undang-Undang No: 35 Tahun 2009 tentang Narkoba pasal 112 pasal 1 Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah). Pasal (2) Dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga). Selain itu dalam Pasal 54 pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi  medis dan rehabilitasi sosial.
Ipang Suprantoko dari FKPPI Cabang 11.21 Temanggung  mengatakan FKPPI siap membantu  Pemerintah dalam upaya pencegahan dan pemberantasan  Narkoba.  Upaya konkret yang dilakukan yakni dengan terus melakukan pembinaan kepada  anggota agar tidak mengkonsumsi maupun mengedarkan narkoba. Disamping itu juga bakal memasang spanduk berisi peringatan akan bahaya narkoba di 10 Kecamatan. (Hms/ Edy Laks)

Berita Terkait