Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KONVERSI MINYAK

Sabtu, 07 Maret 2009 Perekonomian
MENTERI ESDM CANANGKAN KONVERSI MINYAK
Memakai Gas LPG lebih hemat dan aman

Temanggung- Pada awal peluncuran program konvesi minyak tanah ke LPG oleh pemerintah banyakwaga masyarkat yang menolak dengan berbagai alasan. Namun setelah dilakukan sosialisasi secara intensif  akhirnya dapat diterima, karena sesungguhnya memakai gas LPG lebih, hemat, aman dan bersih.
    Hal itu ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Purnomo Yusgiantoro ketika memberikan sambutan pada acara  Pencanangan Percepatan Program Konversi minyak Tanah ke Gas LPG di Kabupaten Temanggung  Jum’at kemarin (6/3). Pencanangan berlangsung di Pendopo Pengayoman komplek rumah dinas bupati, ditandai dengan penyerahan secara simbolis paket perdana kompor dan gas elpiji kepada perwakilan warga penerima  disaksikan pejabat terkait.
    “Pada saat awal program konversi minyah tanah ke gas LPG diluncurkan tahun 2007, mendapat penolakan  keras dari warga masyarakat  dengan alasan tidak efektif dan efisien serta tidak aman  karena bisa meledak. Akan tetapi setelah  melalui sosialisasi secara berkesinambungan  akhirnya masyarakat bisa menerima , bahkan sekarang permintaan akan gas LPG terus bertambah” tandas  menteri
    Menurutnya, kebijakan pemerintah tentang  program konversi minyak tanah ke gas LPG ( dibaca elpiji ) dimaksudkan untuk mengurangi beban subsidi minyak tanah  sehingga  tidak memberatkan APBN. Memakai  gas LPG lanjut dia pada dasarnya lebih hemat, aman dan bersih , karena panasnya lebih cepat dan tidak berjelaga  sehingga peralatan memasak tidak kotor. 
Diutarakan, dengan adanya program tersebut direncanakan pada akhirnya nanti dapat menghemat anggaran  sebesar Rp.20 triliun  dalam satu tahun anggaran. Penghematan anggaran sangat besar artinya karena bisa dimanfaatkan untuk biaya kegiatan lain  guna menunjang kesejahteraan masyarakat .
    “  Pencanangan konversi minyak tanah ke gas LPG akan terus dilakukan hingga menyeluruh kepenjuru Nusantara. Hal yang paling penting setelah pencanangan  mesti ditindak lanjuti dengan sosialisasi kepada masyarakat  agar paham  sehinga tidak ragu untuk memakai gas LPG  guna keperluan memasak sehari-hari” pintanya.
    Sementaraitu deputi direktur pemasaran Pertamina Hanung Budya menjelaskan, tujuan konversi minyak tanah ke LPG untuk mengurangi beban subsidi pemerintah terhadap minyak tanah karena mensubsidi LPG jauh lebih hemat dan lebih tepat sasaran. Target Nasional program konversi lanjut dia yakni melakukan pembagian paket perdana konversi untuk 43 juta Kepala Keluarga dan menarik minyak tanah 8 juta Kilo Liter pertahun. Disamping itu  menyalurkan LPG 3 kg sebagai pengganti minyak tanah sebanyak 3,5 juta Kilo Liter pertahun
“ Melalui program konversi ini  dapat menghemat subsidi Rp.20 triliun yang diperoleh  dari selisih subsidi minyak tanah  ke LPG sebesar Rp.2.300 per liter. Di Jawa Tengah  jumlah warga penerima bantuan paket perdana konversi  mencapai 8,3 juta  yang sampai saat ini sudah  tercapai 3,3 juta tersebar di 18 kota /kabupaten” ujarnya.
Dia menambahkan, pada tahun 2009 ini target distribusi paket perdana di Jawa tengah sebanyak 5,7 juta paket untuk 22  Kota dan Kabupaten yang belum terkonversi sebelumnya. Dengan demikian pada aakhir tahun 2009 seluruh wilayah  Jawa tengah sudah terkonversi. Khusus untuk Kabupaten Temanggung implementasi konnversi minyak tanah ke LPG 3 kg, distribusi paket pedana  ditargetkan sebanyak 190.000 paket yang secara efektif akan dilaksanakan Mei mendatang. (Edl-Humas).  

Berita Terkait