Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KRISIS AIR BERSIH, PEMKAB BUAT SUMUR BOR

Kamis, 04 Agustus 2016 Sosial

TEMANGGUNG: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, telah mengajukan permintaan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar ke pusat untuk mengatasi krisis air bersih yang selalu melanda daerah itu setiap kali musim kemarau. Selain untuk droping air bersih, anggaran itu juga digunakan pembuatan sumur bor dan pipanisasi.
    Menurut Kasi Penanganan Darurat dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi,  anggaran sebesar Rp 2,1 miliar itu untuk keperluan pipanisasi di tiga desa, pembuatan sumur bor di satu desa, dan droping air bersih ke 22 desa di 11 kecamtan.
    "Kami sudah mengajukan permintaan dana tersebut pad Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Meskipun saat ini adalah kemarau basah, namun sejumlah desa tetap mengalami kekeringan, karena hujan yang turun tidak menentu," terang Gito.
    Gito menyebutkan, tiga desa yang akan menerima pipanisasi adalah Desa Ngropoh dan Desa Gentan yang masuk wilayah Kecamatan Kranggan. Serta Dusun Menoso, Desa Kemloko di Kecamatan Kaloran. Adapun rencana sumur bor akan dibuat di Desa Gedhegan di Kecamatan Tlogomulyo.
    Dijelaskan, pipanisasi di Desa Ngropoh akan dibuat dengan mengalirkan air dri sumber air di Desa Purwosari, Kecamatan Kaloran sejauh sekitar dua kilometer. Di Desa Kemloko, sumber air diambil di alah stu dusun lalu dialirkan ke empat dusun kekeringan dengan jrak sekitar 1.500 meter.
    "Untuk Desa Gentan, kita ambilkan air dri sumber di Kecamatan Kaloran dengan jarak 8,6 km. Sedangkan sumur bor di Desa Gedhegan akan diteliti dulu dengan meminta bantuan ahli geologi dari Universitas Gajah Mada (UGM). Semuanya akan dilakukan tahun ini," ujar Gito.(Humas16/Paul)

 

Berita Terkait