Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PASAR KLIWON

Rabu, 04 Pebruari 2009 Pemerintahan
PEMBANGUNAN PASAR KLIWON DIBEBANKAN APBD


TEMANGGUNG-Pemerintah Kabupaten Temanggung akan menunjuk langsung  rekanan pelaksana  pembangunan pasar darurat untuk menampung para pedagang korban kebakaran Pasar Kliwon Utara Temanggung beberapa waktu lalu. Meski dalam Keppres semestinya proyek yang bernilai di atas Rp 50 juta pengerjaannya harus melalui lelang, namun karena sifatnya darurat, maka pasar ini boleh melalui penujukkan langsung.
    Ketua Harian Panitia Penanganan Pasar Kliwon Utara Paska Kebakaran, yang juga Kepala BAPPEDA Drs. Rahayu Istanto, kemarin mengatakan, agar pembangunan pasar darurat tersebut bisa dilaksanakan melalui penujukkan langsung, maka bupati telah membuat beberapa surat pernyataan berkait dengan kebakaran itu.   
    Surat tersebut antara lain berisi pernyataan, bahwa kebakaran yang terjadi adalah benar-benar merupakan suatu musibah dan tanpa ada unsur kesengajaan, yang mengakibatkan kerugian besar pada diri para pedagang. Di samping itu, juga pernyataan bahwa saat ini para pedagang mendesak kepada Pemkab untuk segera membangunkan pasar darurat, untuk tempat berdagang kembali sehingga bisa memeroleh penghasilan.
    ''Kedua hal tersebut memang sesuai dengan kenyataan, bahkan para pedagang saat ini sudah ada yang mulai membanguan los-los sendiri sebagai tempat menjajakan barang dagangannya,''ujarnya, seraya mengatakan, meski telah pasti dengan penujukkan, tetapi saat ini proses tersebut belum dilakukan sehingga belum diketahui pula rekanan yang akan ditunjuk.
    Sedangkan mengenai anggaran pembangunan pasar darurat yang besarnya Rp 1,25 miliar, dia mengatakan, bahwa sebagian akan ditanggung oleh APBD II 2009, dan sebagian lagi berasal dari bantuan Gubernur. Namun demikian, apabila bantuan dari gubernur ini tidak bisa cair, maka biaya pembangunan pasar tersebut akan dibebankan seluruhnya kepada APBD II.
    ''Kami memang sangat berharap dapat bantuan dari Gubernur tersebut, menurut informasi, Gubernur akan memberikan bantuan untuk keperluan pembangunan itu sekitar setengah milyar rupiah. Namun, sekali lagi hal tersebut belum ada kepastian yang resmi,''tuturnya.
    Dia menjelaskan, bahwa dalam rancangan APBD 2009, anggaran untuk pembangunan pasar tersebut telah dialokasikan. Sehingga jika nantinya ketika ditambah dengan dana bantuan Gubernur lalu terdapat sisa anggaran, maka sisa itu akan masuk ke kas daerah.
    Sementara itu, berkait dengan areal untuk pasar darurat, dia mengatakan, para pedagang akan ditempatkan berkelompok berdasarkan pada masing-masing jenis barang dagangan yang dijual atau dilakukan zoning. Rencananya panitia akan melakukan rapat dengan unsur terkait untuk memutuskan tentang zone bagi masing-masing kelompok pedagang.
    ''Setelah itu, kita akan mengumumkannya kepada para pedagang, sehingga bagi mereka yang akan berdagang sudah bisa menempati seusai zone yang ditentukan itu,''jelasnya.(Edl-Hms, 24-02-2009).

Berita Terkait