Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

51 PERSEN GURU SD BERSTATUS WIYATA BAKTI

Rabu, 28 Desember 2016 Pendidikan

TEMANGGUNG, Sebanyak 51 persen guru yang mengajar di SD negeri di Kabupaten Temanggung, berstatus guru honorer atau wiyata bhakti yang diangkat sekolah bersangkutan untuk membantu kegiatan belajar mengajar di SD tersebut.
     Sekretaris Dewan Pendidikan, Zaenal Faizin, dikantornya, akhir pekan lalu mengatakan, dari hampir 4.000-an guru SD negeri di Kabupaten Temanggung, sebanyak 51 persen bukan PNS, atau hanya 49 persen yang PNS. Mereka tersebar pada SD-SD negeri di 20 kecamatan se-Kabupaten Temanggung. Keberadaan para guru non-PNS tersebut juga tidak merata di setiap kecamatan, atau bahkan di sekolahan-sekolahan. Yakni, terdapat kecamatan-kecamatan yang memiliki guru non-PNS banyak, dan di kecamatan-kecamatan lain tidak terlalu banyak.
     Diungkapkan peran para guru non-PNS dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolahan-sekolahan tersebut sangat penting. Bahkan, karena terbatasnya jumlah guru PNS di SD-SD itu, penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut bisa jadi tidak akan berjalan, tanpa adanya para guru non-PNS.
     Menurutnya, meski para guru non-PNS itu hanya mendapatkan imbalan Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu perbulan, akan tetapi semangat dan dedikasi mereka kepada pekerjaannya tetap tinggi. Bahkan, beberapa diantara mereka mungkin kemampuannya dalam mengajar melebihi daripada guru-guru PNS yang telah senior.
     “Meski dengan para gurunya berstatus non-PNS itu kegiatan belajar mengajar di SD-SD itu tetap berjalan dengan baik, namun pemkab tetap diminta mengupayakan agar guru-guru yang bertugas di SD itu berstatus PNS,“ ujarnya.  (Hms16/Edy Laks)

Berita Terkait