Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

BUTUH TAMBAHAN GURU SD

Selasa, 14 Pebruari 2017 Pendidikan

TEMANGGUNG, Untuk kelncaran proses belajar mengajar di Sekolah dasar di kabupaten Temanggung membutuhkan tambahan guru, pasalnya rata-rata setiap SD mengalami kekurangan guru  karean pension atau sebab lain.
     Sekretaris Dewan Pendidikan, Zaenal Faizin, di kantornya, kemarin mengatakan untuk mencukupi kekurangan guru sedikitnya membutuhkan tambahan guru 861 orang yang berstatus PNS. Selama ini, kekurangan tersebut lalu diisi guru kelas berstatus wiyata bhakti sejumlah 909 orang, sehingga terdapat kelebihan 48 guru kelas wiyata bhakti.
     Adapun untuk guru pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berstatus PNS untuk seluruh SD di Kabupaten Temanggung terdapat kekurangan 255 orang. Kekurangan guru PAI berstatus PNS ini kemudian juga diisi guru wiyata bhakti, namun hanya 214 orang, sehingga masih kurang 14 orang. Ini hasil pendataan tentang ketercukupan guru PNS pada SD negeri di wilayah Kabupaten Temanggung yang dilaksanakan Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung. Pendataan itu dilakukan dengan sumber dari data 20 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan kecamatan se- Kabupaten Temanggung.
     Dikemukakan Pendataan tersebut dilaksanakan Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung pada penghujung 2016 lalu. Setelah pendataan dilanjutkan dengan pengolahan dan didapat kesimpulan  di kabupaten Temanggung terdapat kekurangan guru SD 861 orang. Di Kabupaten Temanggung keseluruhan terdapat 410 SD negeri, dengan jumlah total rombongan belajarnya sebanyak 2.653 kelas. Dengan begitu kebutuhan guru kelas berstatus PNS sama dengan jumlah rombongan belajar yang ada itu, yaitu 653 orang.
     “Sedangkan guru kelas SD berstatus PNS pada 2016 sebanyak 1.792 orang, karena itu lalu terdapat kekurangan 861 guru PNS, yang selama ini lalu diisi guru berstatus wiyata bhakti,’’tandasnya. Kemudian, untuk guru PNS pelajaran PAI tingkat SD, kebutuhannya adalah 412 orang dan baru ada 157 guru, sehingga masih kurang 225 orang. Kekurangan itu selama ini diisi guru PAI wiyata bhakti, namun jumlahnya hanya 255 orang. (Hms17/Edy Laks)

Berita Terkait