Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

LEMBAGA PENDIDIKAN MAARIF GELAR RAPAT KERJA

Senin, 20 Pebruari 2017 Umum

TEMANGGUNG, Lembaga Pendidikan Ma’arif dibawah naungan ormas Nahdlatul Ulama NU menggelar Rapat Kerja Dinas Kepala SMA/MA/SMK, SMP/MTs, SD/MI Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah Tahun 2017, di Graha Bhumi Phala Kompleks Setda Temanggung. Rapat dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU), KH Zainul Arifin Junaidi dan pejabat terkait serta diikuti para kepala sekolah.
     Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU), KH Zainul Arifin Junaidi dalam sambutannya mengatakan merasa prihatin sebab sampai saat ini pemerintah kurang memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah Ma’arif di Indonesia. Padahal sekolah buatan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dari MI hingga setingkat SMA/SMK/MA telah memberikan kontribusi besar mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karenanya, dia meminta pemerintah untuk tidak hanya berpangku tangan namun ada upaya nyata bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan non negeri.
     Menurutnya saat ini terutama setelah ada aksi-aksi di Jakarta yang menghebohkan beberapa waktu lalu banyak orang mengatakan NU sebagai pilar NKRI. Hal itu sebagaimana disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maupun Presiden Jokowi. Meski demikian  pada kenyataannyaa kenapa pendidikan Ma’arif tidak diperhatikan oleh pemerintah. Kurang perhatiannya pemerintah terhadap pendidikan Ma’arif terutama untuk madrasah yang terlihat terdiskriminasi. Pertama madrasah terdiskriminasi dengan sekolah, kedua madrasah negeri dan swasta ada perbedaan perlakuan di mana madrasah swasta terdiskriminasi, lalu disriminasi madrasah swasta di pelosok desa.
     Dikemukakan kalau dibanding bantuan keuangan ke sekolah negeri tentu Lembaga Pendidikan Ma’arif jauh di bawahnya meski angka resminya tidak ada, selama ini ada bantuan asistensi dan lain-lain. Kemenag mendapat 11 persen dari total anggaran pendidikan saja tidak habis, karena Kemenag memfokuskan pada madrasah negeri, coba kalau diperlebarkan ke Madrasah Ma’arif tentu akan kurang.
     Dia berharap ke depan pemerintah memberikan perhatian lebih kepada madrasah karena dari segi jumlah lebih banyak daripada madrasah negeri. Peran madrasah dan pondok pesantren sendiri terbukti telah memberikan sumbangsih yang banyak bagi bangsa sejak era penjajahan hingga saat ini, bahkan madrasah di Indonesia itu yang terbesar di dunia dengan jumlah madrasah dari Ma’arif saja dari Sabang sampai Merauke ada sekitar 48 ribu. (Hms17/Edy Laks)

Berita Terkait