Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

POLISI TANGKAP PENAMBANG LIAR

Rabu, 01 Maret 2017 Umum

TEMANGGUNG, Aparat Kepolisian Resort Temanggung  berhasil menangkap dua penambang liar di Dusun Wonosroyo, Desa Bojonegoro, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, yakni Andhi Wanto (38) warga Carikan Kedu, dan Sunaryo (42) warga Wonosroyo. Dari tangan tersangka berhasil diamankan satu ekskavator PC 200 merek Hitachi warna oranye sebagai barang bukti.
     Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti di kantornya Selasa (28/2) mengatakan, adanya aktivitas penambangan itu sudah lama dikeluhkan oleh masyarakat yang khawatir lingkungan bisa rusak. Maka ada inisiatif untuk melaporkan kepada pihak kepolisian yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penangkapan.
     Modus operandi pelaku melakukan penambangan batu dan tanah dengan alat ekskavator, kemudian tanah diangkut dengan kendaraan bermotor truk dijual kepada masyarakat yang membutuhkan. Sedangkan batu diangkut dan dipindahkan ke tempat lain diolah menjadi batu belahan, lalu rencananya dijual kepada pihak lain.
     Menurut dia, setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan terungkap beberapa fakta. Antara lain, keduanya melakukan penambangan tanpa izin usaha penambangan (IUP). Tersangka Sunaryo juga memmberikan izin kepada Suparman (36) warga Dusun Gandok, Desa Gedongsari, Kecamatan Jumo dan Nur (50) warga Desa Jumo untuk melakukan penambangan di tanah miliknya dengan kompensasi Rp 6,5 juta.
     Dari keterangan Andhi Wanto sebagai pelaksana lapangan dia memakai alat ekskavator milik Ade (45) warga Jalan Pahlawan Temanggung. Setelah tanah digali, diangkut menggunakan truk bermerek Toyota Dyna, dikirim kepada masyarakat pembeli dengan harga Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu, ada pun batu rencana akan dijual kepada pihak lain.
     “Para pelaku ini disangkakan dengan ancaman hukuman melakukan usaha penambangan tanpa izin penambangan (IUP), dan izin penambangan khusus (IUPK). Hal itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 Undang-undang RI Nomor 4 Tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar,” ujarnya  semabari berharap warga tidak melakukan penambangan liar supaya tidak berdampak  rusaknya lingkungan. (Hms17/Edy Laks)

Berita Terkait