Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Ngaji Budaya Khoul Ki Ageng Makukuhan

Senin, 08 Mei 2017 Sosial

TEMANGGUNG – Pemerintah Desa Kedu Kecamatan Kedu menggelar Tahlil dan  pengajian dalam rangka khoul ki Ageng Makukuhan  Kamis  malam Jum’at  ( 4/5 ) yang berlangsung khidmat di pelataran petilasan makam ki Ageng Makukuhan .  Khoul diisi ngaji budaya bersama  dalang ki Enthus Susmono yang juga menjabat Bupati Tegal  dihadiri  Wakil Bupati Irawan Prasetyadi , para alim lama dan diikuti ribuan warga.
    Ki Enthus Susmono dalam ngaji budaya disampaikan  secara atraktif melalui media wayang golek . Ia mengatakan melalui momentum  khoul dan gerebeg ki Ageng makukuhan  bisa memetik hikmah positif  untuk meningkatkan  iman dan taqwa kepada Allah SWT  dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Oleh karean diharapkan umat Islam bisa memahami isi kandungan kitab Alqur’an  untuk dijadikan pedoman hidup yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari  sehingga  hidupnya selamat baik di dunia maupun di akherat.
    Wakil Bupati Irawan Prasetyadi menyampaikan penghargaan dan apresiasaiyang tinggi kepada pemerintah Desa Kedu atas diselenggarakannya khoul dan gerebeg  ki Ageng Makukuhan. Diharapkan acara tersebut dilestarikan   sepanjang  masa guna mengenang perjuangan Ki Ageng Makukuhan dalam menyebarkan  agama Islam di wilayah Kedu. Ia mengajak kepada warga masyarakat utamanya  umat Islam untuk senantiasa  mengikuti dan melaksanakan ajaran-ajaran yang disampaikan para Kyai agar hidupnya tentram bahagia dalam ridho Allah SWT.
    Kepala Desa Kedu Hardani Lupiyanto mengatakan   rangkaian acara khoul dan gerebeg ki Ageng Makukuhan  selain melaksanakan tahlil dan pengajian , juga akan digelar kirab budaya  Minggu besuk ( 7/5 ) . Kirab budaya  akan ditandai dengan  kirab mengarak gunungan hasil tani, wayang kedu ,  patung ayam cemani, patung kucing  dan burung perkutut yang merupakan warisan ki ageng Makukuhan. Selain itu  dimeriahkan drum band SMP Negeri 1 Kedu dan pawai jajaran perangkat desa dan  kesenian tradisional  dari 14 desa , seperti kuda lumping, dayakan, kubro siswo dan rebana. Kirab dan pawai  diberangkatkan dari pasar kedu melewati jalan raya  ke timur dan berkahir dikomplek makam ki ageng makukuhan  ( Hms/ Edy Laks )

 

Berita Terkait