Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KONVERSI MINYAK

Rabu, 29 April 2009 Perekonomian
Konversi Minyak Tanah ke Gas LPG Mulai Disosialisasikan

Temanggung- Sosialisasi Program konversi minyak tanah ke gas LPG oleh pemerintah merupakan tindak lanjuti setelah sebelumnya telah dicanangkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ir. Purnomo Yusgiantoro beberapa waktu lalu. Melalui sosialisasi secara intensif  diharapkan program konversi dapat diterima masyarakat, karena sesungguhnya memakai gas LPG lebih, hemat, aman dan bersih.
    Hal itu ditegaskan Ari Angoro Manajer Pertamina  Domestik Regional III Semarang ketika memberikan sambutan pada acara  sosialisasi Program Konversi minyak Tanah ke Gas LPG di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung  Selasa  kemarin (28/4). Sosialisasi dihadiri wakil Bupati, Muspida, pimpinan DPRD dan diikuti pimpinan SKPD, Gabungan Organisasi Wanita dan sejumlah LSM.
    Sosialisasi dilakukan secara berjenjang mulai tingkat Kabupaten, tingkat Kecamatan, tingkat Kelurahan dan desa sampai tingkat RW dan RT. Setelah  sosialisasi dirasa cukup akan dilanjutkan dengan pendataan  oleh konsultan yang ditunjuk Pertamina guna menentukan warga yang berhak menerima bantuan konversi    tandasnya .
    Menurutnya, kebijakan pemerintah tentang  program konversi minyak tanah ke gas LPG ( dibaca elpiji ) dimaksudkan untuk mengurangi beban subsidi minyak tanah  sehingga  tidak memberatkan APBN. Memakai  gas LPG lanjut dia pada dasarnya lebih hemat, aman dan bersih , karena panasnya lebih cepat dan tidak berjelaga  sehingga peralatan memasak tidak kotor. 
Diutarakan, warga masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan konversi mencakup  untuk rumah tangga  dan untuk pedagang usaha kecil mikro. Kriteria untuk rumah tangga harus  mempunyai Kartu Keluarga, KTP dan bagi warga musiman harus ada surat keterangan RT/RW. Pengeluaran  rata-rata perbulan  maksimal Rp.1.500.000 dan tidak mempunyai kompor.
Sedang untuk pedagang kecil  yakni mempunyai Kartu Keluarga dan KTP, memiliki usaha yang aktivitas memasaknya menggunakan minyak tanah. Tidak menggunakan kompor gas , memiliki surat pernyataan berdagang diketahui Kelurahan atau desa atau RT/RW.
Bagi warga yang dinyatakan lolos pendataan , akan memeroleh bantuan berupa  tabung baja LPG 3 kg, kompor gas 1 tungku, katup tabung baja 3 kg, regulator dan selang karet LPG. Bantuan itu akan langsung didistribusikan oleh konsultan  kepada warga penerima  secara gratis ujarnya seraya diminta kepada para penerima  untuk betul-betul memanfaatkan dan tidak boleh menjual  paket bantuan tersebut.
Diuatarakan, tujuan konversi minyak tanah ke LPG untuk mengurangi beban subsidi pemerintah terhadap minyak tanah karena mensubsidi LPG jauh lebih hemat dan lebih tepat sasaran. Pada tahun 2009 ini target distribusi paket perdana di Jawa tengah sebanyak 5,7 juta paket untuk 22  Kota dan Kabupaten yang belum terkonversi sebelumnya. Dengan demikian   pada akhir tahun 2009 seluruh wilayah  Jawa tengah sudah terkonversi . Khusus untuk Kabupaten Temanggung implementasi konnversi minyak tanah ke LPG 3 kg , distribusi paket pedana  ditargetkan sebanyak 190.000 paket yang secara efektif akan dilaksanakan mulai Mei 2009.
Sementara itu Bupati Temanggung dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati  Ir. Budiarto, MT menyatakan mendukung sepenuhnya program konversi minyak tanah ke gas LPG 3 kg. Diutarakan, kebutuhan gas LPG di Kabupaten Temanggung  selama ini setiap bulannya mencapai 1.765.826 kg. Kebutuhan tertinggi di Kecamatan Temanggung 183.156 kg perbulan dan terendah di kecamatan Tretep sebanyak 37.858 kg perbulan (Edy Laks-Humas).

Berita Terkait