Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

BUPATI PANTAU PILKADES, IKLIM KONDUSIF HARUS DIJAGA

Senin, 12 November 2018 Pemerintahan

TEMANGGUNG, Bupati Temanggung H.M.  Al Khadziq dan Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo  bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kamis kemarin  (8/11) melakukan pemantauan Pemilihan Kepala Desa yang berlangsung serentak di 14 Desa. Pemantauan bertujuan  untuk mengetahui secara langsung dilapangan tentang pelaksanaan Pilkades yang sebelumnya  sudah diawali dengan pengundian nomor urut dan masa kampanye.
            Pada kesempatan itu Bupati H.M. Al Khadziq dan Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo meninjau Pilkades di desa Kedu Kec Kedu, Malebo Kandangan dan Ketitang Jumo. Dia berdua meminta kepada seluruh masyarakat untuk dapat menyalurkan hak suaranya karena kemajuan sebuah desa tidak terlepas dari peran serta masyarakat. Sedangkan kepada seluruh panitia dia berpesan agar bersikap netral dan tidak berpihak kepada salah satu kandidat untuk menetralisir gejolak-gejolak selama pelaksanaan pilkades.
            "Dan yang terpenting untuk seluruh calon kades. Semuanya harus siap untuk kalah dan siap untuk menang. Kalau kalah harus berbesar hati, dan kalau menang bersyukurlah jangan terlalu euforia," kata Khadziq.
            Sementara Kapolres Wiyono Eko Prasetyo  meminta kepada seluruh masyarakat, panitia, dan para kandidat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketentraman desa masing-masing. siapapun yang kalah kata dia, harus bisa menerima dengan lapang dada karena itu merupakan keputusan yang harus diterima dari masyarakat yang memilih.
            "Pilkades ini dipilih oleh masyarakat secara langsung sama halnya dengan pilkada. Jadi menang dan kalah semuanya merupakan keputusan masyarakat. Terimalah dengan lapang dana," katanya.
            Kepala Bagian Pemerintahan Desa  Romadhon JR  menjelaskan 14 desa yang melaksanakan Pilkades  tersebar di 11 Kecamatan, yakni Desa  Kedu Kec Kedu, desa Kertosari dan Ketitang Kec Jumo dan Kecamatan Ngadirejo meliputi desa Katekan dan Tegalrejo. Sedang desa lainnya  yaitu Nglarangan kecamatan Tretep, Malebo Kec Kandangan,  Sunggingsari kecamatan Parakan, Tembarak kecamatan Tembarak,  Semen dan Pateken kecamatan Wonoboyo, Gandon  kecamatan Kaloran dan  desa Lowungu kecamatan Bejen serta untuk  kecamatan  Bulu berlangsung di desa Wonotirto. Jumlah  cakades  yang bertarung 45 orang , dari tiap-tiap desa penyelenggara paling sedikit diikuti 2 cakades dan paling banyak 5 cakades.
            Menurutnya  Pilkades dilaksanakan karena berbagai hal diantaranya  karena jabatan kepala desa telah habis periode beberapa waktu lalu terdapat di tujuh desa, lalu kepala desanya meninggal dunia ada di lima desa, serta kepala desanya akan habis periode jabatannya di dua desa. Untuk lima desa yang kepala desanya telah meninggal dunia adalah Desa Pateken, Sunggingsari, Lowungu, Gandon dan Kedu. Sebenarnya, akhir periode jabatan dari lima kepala desa tersebut masih satu tahun lagi, atau pada 2019 nanti. Sedangkan dua desa yang saat ini jabatan kepala desa masih definitif, namun periodenya akan berakhir sebelum November adalah Desa Malebo, Serta Desa Tegalrejo.
            “Setelah tahapan pemungutan dan penghitungan suara, dialokasikan waktu untuk menyelesaikan aduan atau permasalahan Pilkades jika ada. Jika sudah clear semua maka  tahapan berikutnya yakni  penetapan dan pelantikan kades terpilih.” Ujarnya  (Hms18/Edy Laks)

 

Berita Terkait