Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Pembinaan Kesenian Tradisional

Selasa, 19 Juli 2016 Pariwisata

TEMANGGUNG, Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemkab Temanggung, terus berusaha melakukan pembinaan terhadap keberadaan grup kesenian tersebut. Salah satunya mengikutkan grup kesenian tampil pada suatu kegiatan, baik regional maupun nasional.
     Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten  Temanggung Didik Nuryanto dikantornya Senin (18/7) mengatakan  di Temanggung tercatat ada 72 jenis seni pertunjukan, yang terdiri atas 1.637 grup kesenian. Dari sejumlah grup kesenian tersebut, 70 persen di antaranya merupakan grup kesenian kuda lumping. Kesenian tarian pasukan berkuda ini sampai saat ini masih menjadi primadona masyarakat dan kerap dipentaskan.
     Dikemukakan, dengan  pembinaan yang dilakukan diharapkan beberbagai kesenian tradisional dapat dilestarikan tidak punah seiring perkembangan zaman . Namun demikia  diakui saat ini beberapa kesenian tradisional di Temanggung telah punah. Penyebabnya, ditengarai karena tidak ada regenerasi dan tergerus arus global moderenisasi.
     Disebutkan lima kesenian tersebut, antara lain “Ande-Ande Lumut”, yaitu sebuah teater terdisional dengan cerita Panji Asmorobangun. Kesenian tersebut semula berkembang di daerah Gemawang, Kranggan, dan Pringsurat. Namun, kini tidak ada lagi generasi yang meneruskan.
     Selain itu,  kesenian Tawinan (tarian), Bojrosanti (musik), Ninicowong (tarian), dan Lakatan (teater tradsional). Kesenian tersebut pada zamannya, merupakan bagian dari kehidupan sosial budaya masyarakat lereng Gunung Sumbing-Sindoro.(Hms16/Edy Laks )

Berita Terkait