Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

TEGUR BANTU AIR BERSIH WARGA GEDEGAN

Rabu, 12 Desember 2018 Sosial

TEMANGGUNG, Komunitas sosial Temanggung Guyub Rukun (TEGUR) mengadakan bakti sosial memberikan bantuan 3 tangki air bersih kepada warga desa Gedegan Kecamatan Tlogomulyo  Rabu (12/12). Warga  desa Gedegan mengalami kesulitan air bersih sejak  3 bulan belakangan ini akibat  sumber mata air yang selama ini digunakan  mati.

     Ketua komunitas TEGUR Tardjuki mengatakan bantuan air bersih merupakan wujud kepedulian pihaknya  guna membantu meringankan beban kebutuhan akan air bersih bagi warga desa Gedegan yang saat ini mengalami kesulitan akibat kemarau. Bantuan air bersih yang disalurkan sebanyak 3 tangki  yang diambil langsung dari sumber mata air  Mudal Temanggung menggunakan mobil tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Temanggung. Dikemukakan beberapa  waktu lalu mendapat informasi  bahwa  warga masyarakat  Desa Gedegan pada musim kemarau tahun ini  sulit mendapatkan air bersih karena sumber mata air  yang selama digunakan kering .Mendengar hal itu pihaknya kemudian  berkomunikasi dengan segenap  anggota komunitas dan bersepakat untuk memberikan bantuan air. Diharapkan dengan adanya bantuan air setidaknya bisa meringankan  beban kebutuhan air warga untuk keperluan hidup sehari-hari seperti memasak, mandi maupun mencuci.

          “ Kita  ikut prihatin  atas terjadinya musibah  kekeringan yang dialami warga Gedegan  sehingga sulit mencukupi kebutuhan air  untuk  keperluan sehari-hari. Oleh karena itu kita bergerak untuk memberikan  bantuan  air bersih meski  hanya 3 tangki setidaknya bisa meringankan  kebutuhan air untuk beberapa hari “  ujarnya

          Salah seorang warga Triono menuturkan  sangat berterima kasih atas kepedulian komunitas sosial Temanggung Guyub Rukun  memberikan bantaun air. Hal itu sangat menolong warga  dalam memenuhi kebutuhan air untuk beberapa hari. Dia menuturkan kesulitan air  dialami warga  sejak bulan September silam  karena sumber air  kering akibat kemarau panjang. Sumber mata air yang digunakan selama ini berada di areal milik Perhutani berjarak sekitar 7 km dari Desa. Untuk mencukupi kebutuhan air, selain mendapat bantaun dari Pemerintah dan pihak lain, warga terpaksa mencari air jauh keluar dari desa.

          “Warga  sangat berharap  sumber mata air  segera hidup lagi   sehingga  bisa mengalir kembali untuk  mencukupi kebutuhan  air sehari-hari. Dengan demikian warga tidak lagi tergantung   berharap bantuan  air dari berbagai pihak maupun harus ngangsu jauh keluar desa“ harapnya .

          Ditempat terpisah Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi mengatakan  pada musim kemarau tahun ini  krisis air bersih melanda 53 dusun yang tersebar di 18 desa di sembilan wilayah kecamatan di Kabupaten Temanggung. Krisis air bersih ini dipicu akibat musim kemarau  yang cukup panjang  sehingga  banyak sumber mata air yang mati. Khusus untuk desa Gedegan baru tahun ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Pada tahun-tahun sebelumnya  kebutuhan air selalu tercukupi karena sumber mata airnya tetap hidup . Untuk mengatasi daerah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau 2018, Pemerintah Kabupaten Temanggung, menganggarkan bantuan air bersih sebanyak 450 mobil tangki. (Hms18/ Edy Laks)

TEMANGGUNG, Komunitas sosial Temanggung Guyub Rukun (TEGUR) mengadakan bakti sosial memberikan bantuan 3 tangki air bersih kepada warga desa Gedegan Kecamatan Tlogomulyo  Rabu (12/12). Warga  desa Gedegan mengalami kesulitan air bersih sejak  3 bulan belakangan ini akibat  sumber mata air yang selama ini digunakan  mati.

     Ketua komunitas TEGUR Tardjuki mengatakan bantuan air bersih merupakan wujud kepedulian pihaknya  guna membantu meringankan beban kebutuhan akan air bersih bagi warga desa Gedegan yang saat ini mengalami kesulitan akibat kemarau. Bantuan air bersih yang disalurkan sebanyak 3 tangki  yang diambil langsung dari sumber mata air  Mudal Temanggung menggunakan mobil tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Temanggung. Dikemukakan beberapa  waktu lalu mendapat informasi  bahwa  warga masyarakat  Desa Gedegan pada musim kemarau tahun ini  sulit mendapatkan air bersih karena sumber mata air  yang selama digunakan kering .Mendengar hal itu pihaknya kemudian  berkomunikasi dengan segenap  anggota komunitas dan bersepakat untuk memberikan bantuan air. Diharapkan dengan adanya bantuan air setidaknya bisa meringankan  beban kebutuhan air warga untuk keperluan hidup sehari-hari seperti memasak, mandi maupun mencuci.

          “ Kita  ikut prihatin  atas terjadinya musibah  kekeringan yang dialami warga Gedegan  sehingga sulit mencukupi kebutuhan air  untuk  keperluan sehari-hari. Oleh karena itu kita bergerak untuk memberikan  bantuan  air bersih meski  hanya 3 tangki setidaknya bisa meringankan  kebutuhan air untuk beberapa hari “  ujarnya

          Salah seorang warga Triono menuturkan  sangat berterima kasih atas kepedulian komunitas sosial Temanggung Guyub Rukun  memberikan bantaun air. Hal itu sangat menolong warga  dalam memenuhi kebutuhan air untuk beberapa hari. Dia menuturkan kesulitan air  dialami warga  sejak bulan September silam  karena sumber air  kering akibat kemarau panjang. Sumber mata air yang digunakan selama ini berada di areal milik Perhutani berjarak sekitar 7 km dari Desa. Untuk mencukupi kebutuhan air, selain mendapat bantaun dari Pemerintah dan pihak lain, warga terpaksa mencari air jauh keluar dari desa.

          “Warga  sangat berharap  sumber mata air  segera hidup lagi   sehingga  bisa mengalir kembali untuk  mencukupi kebutuhan  air sehari-hari. Dengan demikian warga tidak lagi tergantung   berharap bantuan  air dari berbagai pihak maupun harus ngangsu jauh keluar desa“ harapnya .

          Ditempat terpisah Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi mengatakan  pada musim kemarau tahun ini  krisis air bersih melanda 53 dusun yang tersebar di 18 desa di sembilan wilayah kecamatan di Kabupaten Temanggung. Krisis air bersih ini dipicu akibat musim kemarau  yang cukup panjang  sehingga  banyak sumber mata air yang mati. Khusus untuk desa Gedegan baru tahun ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Pada tahun-tahun sebelumnya  kebutuhan air selalu tercukupi karena sumber mata airnya tetap hidup . Untuk mengatasi daerah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau 2018, Pemerintah Kabupaten Temanggung, menganggarkan bantuan air bersih sebanyak 450 mobil tangki. (Hms18/ Edy Laks)

Berita Terkait