Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Perbup 13 Tahun 2019, Menuju TMMD Tepat Sasaran

Kamis, 28 Maret 2019 Umum

TEMANGGUNG, Pemerintah Kabupaten Temanggung memberikan Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2019 Tentang Indikator Penentuan Lokasi Kegiatan Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa dan Karya Bhakti Kabupaten Temanggung di Aula Progo Bappeda Temanggung, Rabu (27/3). Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Temanggung, Dandim 0706 Temanggung, OPD terkait, Kemenag, BPS, Kepala Desa dan Lurah se Kabupaten Temanggung.
     Dalam Sambutanya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Temanggung, Heri Ibnu Wibowo, Bupati memberikan apresiasi yang tinggi atas tersusunya Perbup No 13 Tahun 2019 ini dan memerintahkan kepada BAPPEDA untuk segera membentuk tim asistensi sehingga dapat menentukan lokus TMMD dan Karya Bhakti sesuai Peraturan Bupati ini serta membuat perencanaan kegiatan utama dan kegiatan pendukung yang terintegrasi yang ditetapkan dalam RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2020. Bupati juga menghimbau agar Forum BUMD Kabupaten Temanggung untuk dapat mengalokasikan anggaran CSR di  lokasi TMMD dan Karya Bhakti khususnya dalam penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
     Dra. Gema Artisi selaku nara sumber menjelaskan bahwa tujuan dari diselenggarakanya Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) dan Karya Bhakti adalah membuka akses wilayah terisolir, akselerasi pembangunan desa/kelurahan dengan jumlah individu miskin lebih dari 45%, akselerasi pembangunan desa/kelurahan yang terdampak bencana alam/sosial dalam kurun waktu 2 tahun pasca bencana, akselerasi pembangunan desa/kelurahan rawan bencana alam/sosial, akselerasi pembangunan desa/kelurahan yang berbatasan dengan kabupaten lain, dan akselerasi pembangunan desa/kelurahan permukiman dan perumahan kumuh.
     Bagi Desa/Kelurahan yang bisa mengusulkan agar daerahnya menjadi lokasi TMMD dan Karya Bhakti harus memenuhi minimal 3 kriteria dari beberapa kriteria yang ada, yaitu desa/keurahan dengan individu miskin lebih dari 45%, desa/kelurahan yang berdampak bencana alam kurun waktu 2 tahun, desa/kelurahan yang berdampak bencana sosial seperti konflik antar kelompok, antar komunitas, teror dll kurun waktu 2 tahun, desa/kelurahan rawan bencana alam/sosial, desa/kelurahan berada di wilayah perbatasan antar daerah, desa/kelurahan yang memiliki pemukiman dan perumahan kumuh, desa/kelurahan yang ditetapkan sebagai wilayah KLB/pernah KLB, dan desa/keluarahn yang belum pernah menjadi lokasi TMMD dan Karya Bhakti.
     Diakhir acara Dandim 0706 Temanggung, Letkol Inf. A.Y David Alam memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bappeda Kabupaten Temanggung atas inisiatifnya dalam menyusun peraturan tentang indikator penentuan lokasi kegiatan TMMD dan Karya Bhakti di Kabupaten Temanggung. “Tujuan dari peraturan ini adalah agar Program TMMD dan Karya Bhakti di Kabupaten Temanggung tepat sasaran. Oleh karena itu marilah berlomba-lomba mencari program yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Semakin dibutuhkan akan semakin baik” kata Dandim. Dandim juga menambahkan bahwa kegiatan TMMD tidak hanya berupa fisik saja, namun juga berupa non fisik sebagai contoh jika dilingkungan sekitar berkembang isu radikalisme maka dengan adanya TMMD bisa dilakukan sosialisasi agar isu tersebut tidak semakin meluas dan dapat diredam. TMMD dan Karya Bhakti ini diharapkan dapat membantu kesulitan rakyat disekitar, dan dapat menjalin kemanunggalan antara TNI dan rakyat.(akbar/humas)

Berita Terkait