Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Bupati Buka TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2021 di Desa Kaloran

Rabu, 15 September 2021 Pemerintahan

Progam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan salah satu kegiatan terpadu yang diselenggarakan oleh TNI dan pemerintah daerah dan juga pemerintah desa yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan di desa.
 
Hal itu disampaikan, Bupati Temanggung  HM Al Khadziq  pada acara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2021 di Balai Desa Kaloran, Kecamatan Kaloran. Hadir pula pada kegiatan tersebut, Dandim 0706/Temanggung Letkol Czi Kurniawan Hartanto, Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Muh Amin, serta OPD terkait, Rabu (15/9/2021).

Bupati menambahkan, selain tujuan mensejahterakan masyarakat, TMMD juga punya tujuan lain yaitu mempererat kemanunggalan antara TNI dengan rakyat.

“Saya berharap dengan TMMD ini kekompakan dan sinergitas antara Pemkab dengan TNI, khususnya Kodim, serta pemerintah kecamatan dengan Koramil dan Polsek, Pemdes dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyakarat pada umumnya bisa semakin kompak dan terjaga  guna menciptakan masyarakat yang tentrem, marem serta gandem,” kata Bupati.
 
Di tempat yang sama, Dandim 0706 Temanggung Letkol Czi Kurniawan Hartanto berharap, kegiatan ini dapat mewujudkan sinergitas TNI bersama rakyat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. 
"Karena dengan terbukanya jalan ini mudah-mudahan ekonomi akan lebih baik, karena akan menghubungkan Desa Kaloran dengan Desa Tlogowungu," terangnya.

Dandim menambahkan, TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2021 mempunyai beberapa sasaran, diantaranya sasaran utama fisik adalah betonisasi jalan yang menghubungkan Desa Kaloran dengan Desa Tlogowungu sepanjang 1.050 meter, selain itu juga senderan dan bedah rumah bekerjasama dengan Baznas.

“Selain sasaran fisik juga sasaran non fisik, diantaranya penyuluhan lalu lintas dari Polres, bahaya Narkotika dengan BNN, dan juga KB,” imbuh Dandim.
 
Sumber anggaran berasal dari APBD Provinsi sebesar Rp 251 juta dan Pemkab senilai Rp 500 juta.

Sementara itu, Wabup menekankan bahwa pembangunan daerah sudah semestinya ada pemerataan dan menjangkau masyarakat luas. 
"Kita ingin adanya pemerataan, jadi yang sudah dapat lain waktu akan bergeser ke desa lainnya.  Sehingga pemerataan untuk program TMMD bisa dirasakan semua masyarakat," tandasnya. (TMG/dn;ekp)

Berita Terkait