Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

SD Negeri 2 Temanggung II Bantu Air Besih Warga Kapal

Kamis, 26 September 2019 Pendidikan

 

TEMANGGUNG, Keluarga besar Sekolah Dasar   (SD) Negeri 2 Kelurahan Temanggung II Kecamatan Temanggung  mengadakan bakti sosial memberikan bantuan 3 tangki air bersih kepada warga Dusun Kapal Desa Mergowati Kecamatan Kedu Rabu (25/09). Warga  Dusun Kapal mengalami kesulitan air bersih sejak  2 bulan belakangan ini akibat  sumber mata air yang selama ini digunakan menyusut tajam bahkan  mati.

     Kepala Sekolah SD Negeri 2 Temanggung II Sulasmi mengatakan bantuan air bersih merupakan wujud kepedulian pihaknya  guna membantu meringankan beban warga Dusun Kapal yang saat ini mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau. Bantuan air bersih yang disalurkan sebanyak 3 tangki dengan kapasitas 6000 liter/ tangki yang diambil langsung dari sumber mata air  Mudal Temanggung menggunakan mobil tangki milik PMI, BPBD dan instansi lain.  Dikemukakan beberapa  waktu lalu mendapat informasi  bahwa  warga masyarakat  Dusun Kapal pada musim kemarau tahun ini  sulit mendapatkan air bersih karena sumber mata air  yang selama digunakan mulai mengering .Mendengar hal itu pihaknya berinisiatif  untuk memberikan bantuan, diharapkan dengan adanya bantuan air setidaknya bisa meringankan  beban kebutuhan warga untuk keperluan hidup sehari-hari seperti memasak, mandi maupun mencuci.

          “Kita  ikut prihatin  atas terjadinya musibah  kekeringan yang dialami warga Kapal sehingga sulit mencukupi kebutuhan air  untuk  keperluan sehari-hari. Oleh karena itu kita bergerak untuk memberikan  bantuan  air bersih sebanyak 3 tangki untuk  meringankan  kebutuhan air untuk beberapa hari. Direncanakan  bantuan serupa akan diberikan lagi pada tahapan berikutnya “  ujarnya.

          Kepala Dusun Kapal Zaenal Abidin menuturkan  sangat berterima kasih atas kepedulian Keluarga besar Sekolah Dasar   ( SD ) Negeri 2 Kelurahan Temaggung II memberikan bantaun air. Hal itu sangat menolong warga  dalam memenuhi kebutuhan air untuk beberapa hari. Dia menuturkan kesulitan air  dialami warganya sebanyak 120 Kepala Keluarga  sejak 2 bulan silam  akibat kemarau panjang. Sumber mata air yang digunakan selama ini  warga memanfaatkan sumur pribadi  dan  kolam resapan air irigasi serta  air yang disalurkan dari sumber air dari luar dusun.  Akan tetapi sumbe-sumber air tersebut  mulai mengering, kalau toh keluar airnya hanya sedikit  sehingga  untuk mencukupi kebutuhan air, warga terpaksa mencari jauh keluar dari dusun.

          “Warga  sangat berharap  segera turun hujan  sehingga  sumber mata air  hidup lagi    untuk  mencukupi kebutuhan  air sehari-hari. Dengan demikian warga tidak lagi tergantung   bantuan  air dari berbagai pihak maupun harus mencari jauh keluar dusun“ harapnya.

          Ditempat terpisah Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi mengatakan  pada musim kemarau tahun ini  krisis air bersih melanda 87 dusun yang tersebar di 27  desa di 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Krisis air bersih ini dipicu akibat musim kemarau  yang cukup panjang  sehingga  banyak sumber mata air yang mati. Untuk mengatasi daerah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau 2019, Pemerintah Kabupaten Temanggung, secara berkala menyuplai air bersih dengan mengerahkan 4 armada mobil tangki. Dari sebanyak empat mobil tangki yang tersedia, setiap hari dapat mendistribusikan air bersih sebanyak 16 tangki atau masing-masing mobil tangki menyuplai empat kali (Bagian Humas Pemkab Temanggung19/ Edy Laks)

 

 

Berita Terkait