Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Kesadaran Ber KB Warga Purwosari Meningkat

Kamis, 17 Oktober 2019 Sosial

TEMANGGUNG, Kesadaran warga masyarakat Desa Purwosari kecamatan Kranggan melaksanakan program Keluarga Berencana   (KB )   untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera semakin meningkat. Hal itu sebagai dampak positif setelah dicanangkannya Desa Purwosari sebagai kampung KB mandiri  pada bulan April 2019 silam.
          Kepala Desa Purwosari Slamet Prabowo  dikantornya Rabu (16/10)  kepada sejumlah awak media yang mengadakan kegiatan  Press Tour  Kampung KB mengatakan,  semenjak dicanangkannya Desa Purwosari menjadi kampung KB  jumlah peserta KB aktif terus mengalami peningkatan. Sampai saat ini tercatat  ada  783 pasangan usia subur  yang tersebar di 10 dusun sebagai peserta KB aktif. Mereka terinci  yang menggunakan alat kontrasepsi IUD 111, MOP 1, MOW 29, implant 351, suntik 109, pil 47 dan kondom 10. Disamping itu , warga masyarakat saat ini memiliki kesadaran untuk hidup sehat yang diantaranya mengelola sampah  dengan sebaik-baiknya yakni tidak dibuang disembarang tempat serta mendaur ulang  sampah-sampah yang sekiranya bisa dimanfaatkan  lagi  untuk dijual  guna menambah pendapatan keluarga.  Dampak positif lainnya yakni warga masyarakat tidak lagi buang air besar sembarangan seperti di sungai atau dipekarangan melainkan sudah menggunakan  WC permanen yang memenuhi standart kesehatan.
   Selain berdampak meningkatnya kesadaran hidup sehat , dengan adanya  pencanangan  kampung KB  menginspirasi  pemerintah  desa Purwosari berinovasi  dengan membangun usaha  pembibitan  bunga yang diberi nama Agronema. Usaha tersebut dikelola olah ibu-ibu kader PKK desa dengan membudidayakan berbagai  macam  jenis tanaman bunga seperti anturium  dan  jenis bunga lainnya . Selain tu juga sudah merintis usaha membuat  taman  kampung KB yang ditanamai berbagai tanaman bunga, sayur-sayuran dan juga tanaman obat . Taman  kampung KB memanfaatkan lahan di sudut-sudut kampung yang selama ini masih kosong  sehingga menambah  keindahan  dusun. Usaha lain yang dirintis yakni memproduksi kain batik  dengan motif rendeng, putri malu dan durian.
          “Dari berbagai usaha yang dilakukan tersebut, berdampak positif  meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu akan terus dikembangkan pada masa-masa mendatang  agar semakin maju “ ujarnya.
           Kepala Bidang Pengendalian Penduduk  Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Temanggung Tri Agus Sutopo menjelaskan  sampai saat ini  sudah terbentuk 64 kampung KB yang tersebar di 20 Kecamatan. Tujuan pembentukan kampung KB yakni untuk meningkatkan partisipasi  aktif masyarakat dalam program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Diharapkan dengan kampung KB  warga masyarakat semakin sadar untuk mewujudkan  keluarga  kecil bahagia sejahtera. Diutarakan Keluarga Berencana, tidak hanya dimaknai sebagai upaya pengendalian kelahiran semata, akan tetapi juga membangun kesadaran setiap keluarga agar memiliki dukungan sosial budaya, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang memadai agar kehidupan keluarga menjadi sejahtera. (edil19/Bagian Humas Pemkab Temanggung)

 

Berita Terkait