Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Dirjen Ciptakarya Tinjau Proyek Air Bersih di Temanggung

Senin, 06 Januari 2020 Umum

TEMANGGUNG,  Direktur Jenderal  Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republic Indonesia Danis Hidayat Sumadilaga mengadakan kunjungan kerja di Temangung dengan meninjau berbagai proyek  air bersih, embung, IPAL, dan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah  Sabtu kemarin (4/1) . Hadir dalam acara tersebut anggota DPR RI Komisi V Sudjadi , Bupati , Pj Sekda dan pejabat terkait.
             Berbagai proyek yang ditinjau meliputi  Proyek air bersih  dan embung di desa Bansari kecamatan bansai, proyek Instalasi Pengolah Air Limbah (IPA) Desa Candimulyo Kecamatan Kedu, Pengembangan wisata tuk Budoyo desa Losari dan proyek Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah  Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo .
             Dirjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan di Kabupaten Temanggung, ketersediaan air bersih untuk penduduk sudah cukup bagus, untuk daerah perkotaan air bersih sudah tercukupi hampir 100 persen.Kemudian untuk masyarakat yang tinggal di perdesaan, penyediaan air bersih baru tercukupi sekitar 80 persen saja.
             "Dengan kondisi tersebut target 100 persen penyediaan air bersih di Temanggung saya kira akan lebih cepat tercapai karena sudah lebih tinggi dari rata-rata nasional," ujarnya.
             Lebih lanjut dikemukakan penyediaan bersih secara nasional di 514 kabupaten/kota rata-rata baru mencapai sekitar 74 persen.Bahkan di beberapa daerah di Tanah Air ada yang penyediaan air bersihnya kurang dari 70 persen.
             Ia menyampaikan upaya pengadaan air bersih di berbagai daerah terkendala berbagai faktor, antara lain lokasi sumber air yang jauh dari permukiman sehingga masyarakat harus berjalan cukup jauh untuk bisa mengakses sumber air tersebut.
             Jika kondisinya demikan, maka pihaknya membuat program penyediaan air bersih berbasis masyarakat dengan mendekatkan sumber air tersebut ke masyarakat melalui sambungan-sambungan pipa.Ini biasanya dalam bentuk sambungan pipa dan 'reservoar' karena mata airnya ada tapi lokasinya jauh dan fasilitas pendukungnya kurang.
             Menurut dia di luar Jawa kebanyakan sarana air bersih terkendala kondisi sumber air yang keruh sehingga harus melalui proses pengolahan air terlebih dahulu agar air bisa dikonsumsi. Upaya ini membutuhkan biaya yang relatif besar.Ia menyampaikan di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur kondisi airnya bagus sehingga tinggal menambahkan desinfektan saja sudah bisa langsung dikonsumsi untuk air minum.Akan tetapi di daerah Sumatera, Kalimantan warna airnya keruh dan coklat sehingga perlu biaya besar untuk mengolahnya menjadi air bersih, lalu mendistribusikan air tersebut melalui pipa agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
             "Di daerah Indonesia timur, dalam setahun rata-rata hanya ada hujan selama tiga bulan. Karena itu, di sana program besar Kementerian PUPR adalah membuat waduk atau embung untuk menampung air. Di Kalimantan juga demikian," katanya. ( Bagian Humas Pemkab Temanggung 2020)

Berita Terkait