Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KH Said Agil Siraj Tausiyah di Temanggung

Rabu, 29 Januari 2020 Umum

TEMANGGUNG, Fenomena munculnya 'kerajaan-kerajaan' baru di Indonesia disebabkan karena saat ini masyarakat dalam keadaan ‘sakit’ atau stress dan ada rasa minder. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj di Temanggung, saat menghadiri acara Pelantikan Pengururs Cabang NU Temanggung periode 2019-2024 di Gedung BabusalamTemanggung (28/1).
    “Fenomena ini terjadi karena masyarakat sedang stress, sakit ada rasa minder. Orang kalau terdzolomi mau melawan tidak bisa dan tidak ada jalan akhirnya mencari sesuatu yang bisa menyelamatkan" kata Said Agil.
    Said berharap NU di Temanggung kedepan harus lebih baik dari kemarin, NU harus menjadi kekuatan civil society yang efektif yang mampu memberikan keseimbangan. Ia juga menambahkan jika NU tidak anti konglomerat tetapi konglomerat harus melakukan upaya pemerataan sehingga bisa menjadi mitra yang bisa memajukan bangsa.
    Sementara itu, Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan kedatangan Ketua PBNU diharapkan dapat  memberikan semangat pada pengurus NU di Temanggung. “NU Temanggung selama ini telah menjadi  pusat gravitasi gerakan Islam di Jawa. Tandanya NU di Temanggung sebagai ormas tidak berhenti berbuat untuk kemasyarakatan, sebagai contoh penanaman pohon di lereng gunung Sumbing Perahu dan Sindoro.  NU terdepan dalam reboisasi" katanya.
    “Muslimat Temanggung sudah melakukan plesterisasi 600 rumah dan bersih bumi, sedangkan Lazis NU pelopor dalam droping air bersih pada daerah kekeringan, sampai desa-desa terpencil dan senantiasa berikan bantuan anak yatim, disabilitas dan kaum terpinggirkan” tambah Bupati Temanggung. (ujik19/Humas)

 

Berita Terkait