Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

JATAH PUPUK TIDAK UNTUK TEMBAKAU DAN KOPI

Sabtu, 31 Januari 2009 Pertanian dan Perkebunan

- Pemkab ajukan  tambahan

TEMANGGUNG- Pemkab Temanggung akan mengusulkan tambahan urea khusus untuk tanaman tembakau dan kopi. Pasalnya pupuk urea bersubsidi yang dialokasikan bagi petani dikhususkan untuk tanaman  pangan dan hortikultura.
      Kepala Dinas Pertanian, Ronny Nurhastuti, di kantornya, kemarin  mengatakan, pemakaian pupuk urea direkomendasikan bagi tanaman pangan berupa padi dan jagung, serta tanaman hortikultura atau aneka jenis sayur-sayuran. Kemudian untuk tanaman perkebunan, yang direkomendasikan hanyalah tanaman kapas dan tebu, sedangkan tembakau direkomendasikan memakai ZA.
      “ Alokasi pupuk urea sebetulnya bukanlah untuk tanaman tembakau dan kopi, meski tanaman itu merupakan tanaman utama warga Kabupaten Temanggung. Namun demikian, karena petani tembakau dan kopi telah terbiasa menggunakan dan sangat memerlukannya, Pemkab akan berupaya mengusulkan tambahan urea, khusus untuk kedua tanaman itu” tandasnya.
      Menurutnya  pupuk urea bersubsidi tersebut kuotanya terbatas, sehingga kalau digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya, tentu saja akan mengakibatkan kekurangan pupuk untuk tanaman pangan. Apalagi, jika dalam pemakaiannya melebihi dari dosis yang telah ditentukan, yakni sebanyak 2,5 kuintal untuk lahan seluas 1 hektare.
      Dia mengatakan, sebetulnya, sebagai alternatif untuk mengganti penggunaan pupuk urea bagi tanaman perkebunan itu, petani bisa memggunakan pupuk organik. Namun hal itu hingga kini susah dilakukan petani, lantaran mereka sudah minded dengan urea. Karena itu, sebagai jalan keluar, pihaknya akan berupaya mengusulkan tambahan jatah urea bagi tanaman perkebunan tersebut.
      ''Awal Desember lalu, kami telah mengirimkan surat permintaan tambahan pupuk urea kepada Gubernur, namun belum mendapat tanggapan. Kemudian, bulan ini kami berencana akan mengirimkan surat serupa kepada Menteri Kehutanan,''ungkapnya.
      Ronny menambahkan  apabila tidak disetujui tahun ini, paling tidak untuk tahun-tahun mendatang hal ini bisa menjadi perhatian pemerintah pusat maupun provinsi. Dengan begitu, maka kekurangan  pupuk untuk tanaman pangan, karena dipakai untuk tanaman perkebunan dapat teratasi.
      Sementara itu, pada tahun 2009 ini, Kabupaten Temanggung telah mengusulkan permintaan pupuk urea kepada Gubernur kurang lebih sebanyak 42 ribu ton, untuk penggunaan selama setahun. Akan tetapi, yang terealisasi hanya sekitar 34 ribu ton. Selanjutnya, jatah pupuk setiap kecamatan diatur dengan SK Bupati, dan distribusi setiap bulannya diatur dengan SK Kepala Dinas Pertanian.
     Sedangkan untuk mendapatkan pupuk itu, petani harus mengajukan kebutuhannya dalam RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok), sehingga dengan sendirinya mereka mesti tergabung dalam suatu kelompok tani. ''Saat ini, diperkirakan semua petani di Temanggung telah memiliki kelompok tani, para petani yang beberapa waktu belum punya kini telah membuatnya,''ujar Ronny.(Edl-Hms, 9-02-2009).  

Berita Terkait