Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Penjelasan Soal Ngopi di Posko Covid

Minggu, 10 Mei 2020 Pemerintahan

Terkait beredarnya foto/video yang disertai kabar hoax bahwa Bupati Temanggung malah nongkrong di café saat pandemi corona, perlu saya jelaskan hal-hal sebagai berikut.
     Bahwa dalam foto/video tersebut bupati tidak nongkrong di kafe. Saat itu bupati berada di Pendopo Pengayoman yang saat ini dijadikan sebagai Posko Gugus Tugas Covid Kabupaten. Di salah satu sudut posko terdapat rak-rak kopi arabica dan robusta asli Temanggung untuk pelepas dahaga para anggota gugus yang baru pulang posko dari menjalankan tugas, atau untuk para peserta rapat gugus, para relawan yang berkoordinasi, maupun untuk para staf di posko.
     Penyediaan kopi arabica dan robusta asli Temanggung di posko semata-mata dimaksudkan agar suasana posko tidak terlalu membosankan, tidak terlalu menegangkan, agar membuat orang merasa nyaman, membuat suasana jadi fresh kembali, setelah para anggota gugus bekerja siang dan malam mengurus berbagai masalah seperti melakukan penelusuran riwayat kontak dengan mereka yang positif corona, penanganan karantina kabupaten, pencegahan ibadah berjamaah, penanganan pasien, penyiapan penyaluran Bansos, mengurus pemulasaran dan pemakaman jenazah covid se kabupaten, koordinasi antar divisi gugus tugas, koordinasi dengan gugus kecamatan, dan berbagai masalah lainnya.
     Pada foto/video yang beredar tersebut juga bukan acara nongkrong (konkow) seperti disebutkan di berita hoax. Tetapi saat itu bupati beserta Sekretaris Gugus Tugas, Kepala Divisi Operasi Gugus Tugas, Kepala Divisi Komunikasi, Kepala Divisi Pengerahan Relawan, Para Wakil Sekretaris Gugus Tugas, Kepala Dinas Perindag, dan beberapa anggota gugus yang lain, sedang hendak memulai rapat untuk mempersiapkan rencana operasi masker di seluruh pasar di Kabupaten Temanggung saat prepegan lebaran.
     Pada saat itu masih ada dua orang yang belum hadir, yaitu Kepala Satpol PP dan Kabid Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan. Kehadiran kedua pejabat ini sangat penting terkait operasi masker di pasar-pasar, sehingga rapat belum bisa dimulai sebelum keduanya hadir. Oleh karena itu sambil menunggu keduanya hadir bupati berinisiatif minta diambilkan gitar untuk membuat suasana jadi rileks. Baru satu setengah lagu ternyata kedua orang itu hadir, maka bupati berhenti menyanyi dan langsung membuka rapat.
     Bahwa tidak benar jika Posko Gugus Tugas Covid Kabupaten Temanggung dijadikan sebagai tempat nongkrong. Itu adalah tempat untuk mengurusi seluruh masyarakat Temanggung yang sedang bergelut melawan pandemi. Dipersilahkan masyarakat untuk melihat langsung ke posko, disana anggota gugus bekerja siang dan malam, tempat para relawan berkoordinasi, tempat berlangsungnya rapat-rapat baik rapat besar maupun rapat-rapat kecil per divisi, tempat disusunnya langkah-langkah penanganan dan pengambilan kebijakan.
     Bahwa Bupati dan para anggota Gugus Tugas Covid Kabupaten adalah manusia biasa yang setelah bekerja penuh tekanan kadang juga butuh hiburan untuk menyegarkan pikiran. Seluruh masyarakat Temanggung yang sekarang sedang “di rumah saja” juga butuh hiburan. Itu adalah manusiawi. Carilah hiburan-hiburan yang tidak menciptakan kerumunan dan tetap jalankan protokol pencegahan covid: selalu pakai masker, jaga jarak, hindari bertemu orang lain, sering cuci tangan pakai sabun.
     Demikian penjelasan ini disampaikan agar menjadikan periksa bagi seluruh masyarakat Temanggung. Selamat menjalankan ibadah puasa, jaga hati dan pikiran tetap bersih.

Temanggung, 10 Mei 2020

Bupati Temanggung
HM. Al Khadziq

 

Berita Terkait