Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KUNJUNGAN KERJA GUBERNUR JAWA TENGAH

Rabu, 17 Juni 2020 Umum

Temanggung-GTPP-HMS, Sesuai Instruksi Gubernur untuk melakukan rapid tes masal di pusat-pusat keramaian, maka Kabupaten Temanggung telah melakukan rapid tes kepada para pekerja di sektor publik. Kemudian bagi yang reaktif maka lanjut dilakukan tes swab. Hingga hari ini angka menunjukkan 202 orang yang positif dengan perincian 35 sembuh, 2 meninggal dunia, sementara sisanya dalam perawatan dan karantina kabupaten (58 dan 46 orang pada dua tempat terpisah). Beberapa yang lain masih menjalani asesmen di RSUD.
     Dari hasil rapid tes di Kabupaten Temanggung ditemukan bahwa pusat penyebaran virus terbanyak ada di tempat publik khususnya pasar-pasar. Oleh karena itu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung mengambil tindakan penutupan sementara pasar untuk dilakukan disinfeksi. Kegiatan ini didahului dengan edukasi dan sosialisasi terhadap para pedagang pasar setempat.
     Tren angka positif covid di Temanggung merupakan salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah. Tentu saja hal ini seiring dengan giat rapid tes yang dilaksanakan oleh Pemkab Temanggung. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi hal ini karena dengan mengetahui data riil maka bisa segera diambil tindakan yang tepat.
     “Teman-teman Bupati dan Walikota, jangan pernah takut dengan tren angka positif yang naik terus. Justru karena kita lebih sering dan lebih banyak tes, maka lebih banyak surveilans yang kita lakukan berdasar riilnya,” katanya di depan Gugus Tugas Kabupaten, usai mengunjungi beberapa pasar di Temanggung, Selasa (16/6).
     Pada kunjungan Gubernur ini, beliau mengamati bahwa tindakan yang diambil Pemkab terhadap pasar yaitu tentang wajib masker, cuci tangan, himbauan jaga jarak dan disinfeksi sudah benar. Gubernur berharap penataan pasar untuk memberi jarak antar pedagang bisa dilaksanakan dengan system dan desain yang sesuai pada kondisi pasar setempat dengan penjagaan yang ketat. Namun, tak kalah penting adalah edukasi menyeluruh terhadap masyarakat untuk menggugah kesadaran pribadi terhadap pentingnya melaksanakan protokol kesehatan dan kepedulian di mana pun.
     Kesadaran dan kepedulian masyarakat ini diharapkan bisa menjadi satu kekuatan besar untuk mendorong penyelesaian masalah-masalah yang ada. Ini pula yang menjadi salah satu ide lahirnya Jogo Tonggo.
     Lembaga-lembaga masyarakat terkecil yaitu RT/RW menjadi basis pelaksanaan Jogo Tonggo. Pendataan pada masyarakat yang terdampak penting untuk penataan, pengaturan dan penanganan. Dari data tersebut akan tampak hal-hal apa yang dibutuhkan. Untuk selanjutnya muncul tindakan penanganan dan solusi dari masyarakat sendiri.(ist-g-juni)(Hms20)

 

Berita Terkait