Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Agar Pandemi Covid-19 Cepat Berlalu

Minggu, 21 Juni 2020 Umum

MASYARAKAT DIMINTA IKUTI PEDOMAN PKM
Temanggung-GTPP-HMS, Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengeluarkan instruksi Nomor 360/Tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Temanggung. Instruksi ini berlaku mulai tanggal 20 Juli hingga 3 Juli 2020.
     Hal itu dengan pertimbangan terjadinya peningkatan penyebaran kasus Covid-19 yang cukup signifikan hingga total mencapai angka 202 kasus. Sehingga untuk mengatasi hal itu perlu diterapkan lagi pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) untuk 14 hari ke depan dengan segala pedoman yang telah diatur sedemikian rupa untuk ditaati dan dilaksanakan oleh masyarakat.
     "Dalam perpanjangan PKM ini memang masih ada beberapa hal yang kita batasi, saya harap semua masyarakat bisa mengikuti. Saya yakin semua warga tidak berdesak-desakan di pasar, saya yakin masyarakat Temanggung adalah masyarakat yang dewasa, mengerti dan saling memahami untuk berjarak antara satu dengan lainnya,"katanya Sabtu (20/6/2020) malam.
     Dikatakan, pasar dan swalayan masih dibatasi dalam dua minggu ini, termasuk pembatasan jam operasional minimarket. Untuk pasar tradisional sampai pukul 16.00 WIB, toko modern, supermarket, minimarket jam operasional pukul 08.00-18.00 WIB, restoran dan rumah makan pukul 08.00-20.00 WIB. Lalu pedagang kaki lima (PKL) dan sektor informal pagi pukul 06.00 WIB-18.00 WIB, pedagang kaki lima (PKL) dan sektor informal sore pukul 15.00-22.00 WIB.
     Dikatakan operasional tempat usaha dilaksanakan dengan ketentuan menempatkan petugas jaga untuk mengawasi pelaksanaan protkol kesehatan, tidak melayani pengunjung/pembeli yang tidak menggunakan masker dan diwajibkan melakukan disinfeksi secara berkala setiap 24 jam. Lalu melaporkan pelaksanaan aktivitas kepada gugus tugas tingkat kecamatan setiap minggu, membatasi jumlah pelanggan yang makan di tempat dengan kapasitas maksimal 25 persen dari kapasitas ruang dan paling lama satu jam.
     Adapun untuk penyelenggaraan kegiatan pasar daerah dan tradisional ada ketentuan untuk pengelola pasar di mana harus membentuk satuan tugas/penanggungjawab pencegahan Covid-19 di masing-masing pasar dengan surat keputusan pengelola pasar. Memasang media informasi (leaflet, banner, spanduk) untuk mengingatkan pengelola, pedagang, dan pembeli/pengunjung agar mengikuti kedisiplinan sesuai protokol kesehatan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun air mengalir/handsanitizer, serta social distancing.
     Dijelaskan pula bahwa di pasar petugas harus mencegah kerumunan dengan mengatur waktu bongkar muat barang dagangan dari dan ke pasar oleh pemasok. Melakukan penataan ulang tempat berdagang dengan memanfaatkan tempat yang tersedia di sekitar pasar dan mengatur lalu lintas pengunjung. Bahkan pengelola MCK pun diminta pula mengatur jarak antrean penggunaan MCK.
     "Para pedagang dan pembeli pun harus taat aturan seperti mengukur suhu bila di atas 37,5 derajat tidak boleh berjualan atau tidak boleh masuk pagi pengunjung harus melakukan pemeriksaan kesehatan. Pedagang wajib menggunakan masker dan sarung tangan, hindari kontak fisik dengan lainnya dan tidak diizinkan membawa anak kecil di bawah 5 tahun,"terangnya.
     Pun begitu bagi pembeli atau pengunjung harus menggunakan waktu belanja seefisien mungkin, menyiapkan uang pas untuk mengurangi kontak langsung dengan pedagang. Dianjurkan untuk bertransaksi di kios/los yang tidak terlalu padat pembeli, bahkan diminta menghindari pedagang yang tidak menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.(rad-g-juni)(Hms20)

 

Berita Terkait