Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Gerakan Penanaman Bibit Bambu

Minggu, 17 Maret 2019 Pertanian dan Perkebunan

TEMANGGUNG, Kekeringan pada musim hujan yang dialami beberapa desa di kaki Gunung Sumbing menjadi keprihatinan bersama. Atas inisiatif beberapa komunitas yang peduli pada konservasi sumber air dan didukung oleh Bupati Kabupaten Temanggung beserta jajarannya maka terbentuklah ALIR (Arus Lintas Komunitas untuk Mata Air).
     Program jangka panjang untuk menanggulangi bencana kekeringan pada musim penghujan di Kabupaten Temanggung telah dibuat dengan sinergi antara komunitas dan pemerintah daerah.  Salah satu langkah awal penanggulangan kekeringan adalah dengan melakukan edukasi pada masyarakat tentang pentingnya menanam tanaman penyimpan air.
     Bambu dipilih karena akar bambu sangat representatif menyimpan air, dan batangnya memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat. Makin banyak bambu tua yang ditebang, makin cepat tunas baru tumbuh. Bambu juga mudah hidup di lahan apapun, termasuk di kontur tanah miring dan curam di sekitar daerah aliran sungai.
     Gerakan penanaman  ini diadakan pada hari Minggu, 17 Maret 2019, di hulu daerah aliran sungai Gintung. Dijadwalkan pukul 07.00 adalah apel pengarahan penanaman di halaman Balai Desa Tlilir dan dilanjutkan penanaman tahap pertama. Hadir dalam acara ini Bapak Wakil Bupati Temanggung yang memberikan pengarahan dan motivasi kepada masyarakat untuk mensukseskan gerakan konservasi air di Lereng Sumbing. Setelah memberikan pengarahan, Bapak Wakil Bupati Temanggung ikut menanam pohon beringin di Kali Ringin bersamaan dengan masyarakat yang menanam bambu di Hulu Kali Gintung. Bertindak sebagai komandan aksi penanaman ini adalah Bp. Tardjuki.
     Gerakan ini akan diikuti sekitar limaratus relawan yang terdiri dari masyarakat 6 desa yang mengalami kekeringan, yaitu Desa Losari, Tlilir, Gedegan, Drono, gandu dan Gandon, Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tim Asper Temanggung, Tim Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Propinsi Jawa Tengah, Tim Rescue BPBD, SARLINMAS, SAR Gunung Prau, DAMKAR dan Satpol PP, Pemuda Pancasila,PMI dan Gabungan Komunitas se-Kabupaten Temanggung.
     Beberapa waktu lalu telah diadakan grup diskusi bersama perangkat desa dan warga setempat tentang penanggulangan bersama masalah kekeringan yang mereka hadapi. Penanaman ini juga berfungsi sebagai stimulus bagi warga desa untuk giat kembali mengusahakan mengalirnya sumber mata air yang beberapa waktu lalu mengering.
     Ke depannya, ALIR tetap hadir bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat, bersama-sama bergerak dalam konservasi mata air (edukasi dan solusi) supaya tidak ada lagi kekeringan di Kabupaten Temanggung.

Berita Terkait