Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

CEGAH COVID-19, BUPATI HADIK TINJAU PASAR

Selasa, 23 Juni 2020 Pemerintahan

Pedagang dan Pembeli  Wajib Pakai Masker“   
TEMANGGUNG, Bupati Temanggung HM Al Khadziq mengharapkan kepada para pedagang, pembeli maupun pengunjung pasar wajib memakai  masker saat beraktifitas jual beli di pasar maupun saat berada di luar pasar.Dengan memakai masker merupakan salah satu ihtiar untuk mencegah agar tidak terjangkit Covid-19.
     Harapan itu disampaikan Bupati saat melakukan peninjauan sejumlah pasar,  Selasa (23/6) paska diberlakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat tahap dua yang berlaku efektif di seluruh wilayah Kabupaten Temanggung  terhitung mulai tanggal 20 Juni hingga  3 Juli 2020 mendatang. Pasar yang ditinjau meliputi pasar Gondang Menggoro Tembarak, Pasar Adiwinangun Ngadirejo dan Pasar legi Parakan. Selain meninjau pasar,  Bupati yang didampingi  Staf ahli Bupati bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra  sekaligus  PLT Kepala Dinas Peridustrian, perdagangan, Koperasi dan UMKM  Andresti, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Agus Munadi, Kepala bagian Humas Sumarlinah dan pejabat terkait  juga meninjau  tempat karantina mandiri di Gejakan Ngadirejo, Puskesmas Banjarsari Ngadirejo dan mengadaan dialog seni budaya di Candisari  Bansari.
     Bupati  HM Al Khadziq mengemukakan, pihaknya telah menerbitkan  instruksi  Bupati Temanggung selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung Nomor 360/310 tahun 2020 tentang  pedoman  pelaksanaan Pembatasan Masyarakat dalam rangka  percepatan  penanganan Covid-19 di kabupaten Temanggung. Dalam instruksi tersebut mengatur berbagai sektor kehidupan masyarakat termasuk  mengatur pembatasan  operasional pasar baik pasar daerah maupun tradisional. Hal itu dilakukan semata untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Untuk Penyelenggaraan  kegiatan pasar daerah dan pasar tradisional dilakukan dengan  membentuk  satgas/pencegahan  covid-19 di masing-masing  pasar dengan surat keputusan  pengelola pasar  dan dalam penyelenggaraannya  tetap memperhatkan protokol kesehatan.
     Disamping  itu  pengelola  mengatur  waktu operasional  untuk pasar daerah  jam 06.00 – 18.00 WIB, pasar tradisional  jam 04.00 – 14.00 WIB. Selai itu memasang  media informasi berupa leaflet, banner, spanduk untuk mengingatkan pengelola, pedagang dan pembeli ataupun pengunjung agar mengikuti kedisiplinan sesuai protokol kesehatan  menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun  dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer serta ketentuan  pembatasan jarak fisik.
     “Oleh karena itu kepada para pedagang  dan pembeli ataupun pengunjung pasar saya tekankan wajib hukumnya memakai masker sebagai salah satu ikhtiar untuk mencegah  penyebaran virus korona. Selain itu  kepada pengelola pasar  wajib menyediakan fasilitas cuici tangan yang memadai dan mudah diakses oleh semua orang“ pintanya.
     Bupati menambahkan ketentuan lainnya yang mesti dipenuhi yakni melakukan  pengecekan  suhu badan bagi seluruh pengelola  pasar sebelum bekerja. Jika  ditemukan dengan suhu  lebih dari 37,5 derajat celcius 2 kali pemeriksaan  dengan jarak 5 menit tidak diperkenankan masuk dan diminta  untuk melakukan  pemeriksaan kesehatan . Khusus untuk  petugas pemungut retribusi hendaknya menggunakan pelindung wajah dan sarung tangan sebagai perlindungan tambahan. Guna mencegah  kerumunan lanjutnya  mesti mengatur waktu bongkar muat barang dagangan dari dan ke pasar oleh pemasok. Melakukan penataan ulang tempat berdagang dengan memanfaatkan tempat yang tersedia di sekitar pasar dan  mengatur  lalu lintas pengunjung. Tidak hanya  pasar saja yang dilakukan pembatasan, namun juga melakukan pembatasan penyelenggaraan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti rapat selapanan RT/RW, pertemuan organisasi kemasyarakatan, pengajian, resepsi pernikahan, khitanan dan kegiatan sejenis  lainnya pesertanya  maksimal 20 orang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
     “Pengaturan pembatasan kegiatan masyarakat di berbagai sektor dilakukan untuk meminimalisir atau bahkan menghindarkan setiap warganya dari penularan corona virus. Pengaturan pembatasan itu mulai dari sektor pemerintahan dan pelayanan publik, operasional pasar hingga seluruh kegiatan di masyarakat sampai lapisan paling bawah“ tandasnya.
     Kepala Bagian Humas Pemkab Temanggung  Sumarlinah mengatakan  beberapa waktu lalu  Pemkab Temanggung melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan penutupan sementara 5 pasar karena  ditemukan  adanya kasus  klaster baru penyebaran virus korona dari pasar. 5 pasar yang ditutup meliputi pasar Jumo, pasar Gemawang, pasar Kandangan, pasar Ngadirejo dan pasar Tembarak.
     Diutarakan kasus Covid-19 di Kabupaten Temanggung sampai Selasa (23-06-2020) pukul 12.00 WIB tercatat mencapai angka 204 yang positif, terinci positif sembuh 45, meninggal 2 dan 157 masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun  karantina baik di BLK Maron maupun gedung pemuda Kowangan. Dari jumlah tersebut  terinci 55 positif transmisi luar dan 149  transmisi lokal, artinya semakin banyak  warga yang tertular virus korona di daerahnya sendiri. Berdasarkan  pengamatan  di lapangan di dapatkan data riil jumlah paling banyak berasal dari klaster pasar tradisional, sehingga setelah dilakukan rapat evaluasi maka diambil kebijakan menutup sementara 5 pasar tradisional yang menjadi episentrum penularan virus korona.
     “Prinsip penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tahap dua  supaya mobilitas kegiatan pemerintah maupun masyarakat termasuk didalamnya aktifitas pasar  berjalan produktif, namun aman dari ancaman virus korona. Kita ingin terus berupaya semaksimal mungkin menurunkan tingkat penyebaran Covid-19  hingga bulan Juli mendatang semakin melandai  syukur bisa 0 %," katanya.
  Salah seorang pedagang  sayuran  Romiyati (50 th) yang berjualan di pasar Adi Winangun Ngadirejo  menuturkan  mengaku senang  Bupati Temanggung berkunjung ke pasar. Setidaknya dengan adanya kunjungan Bupati tersebut menjadikan dorongan moril untuk lebih bersemangat dalam berjualan tidak dibayang-bayangi ketakukan terjangkit virus korona. Ia merasa lega setelah  pasar yang menjadi  sumber penghidupan sehari-hari itu ditutup  sementara beberapa waktu lalu guna dilakukan penyemprotan disinfektan, sehingga lebih steril guna mencegah  penyebaran Covid-19. Ia bersama pedagang lain  dengan penuh kesadaran mematuhi protokol kesehatan yakni selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan senantiasa  berperilaku bersih dan sehat termasuk menjaga kebersihan lingkungan pasar. (Hms20/Edy Laks)

 

Berita Terkait