Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Pelanggar Narkoba Dihukum 15 Tahun Penjara Dan Denda 10 Miliar

Sabtu, 05 November 2011 Pemerintahan
Pelanggar Narkoba Dihukum  15 Tahun Penjara Dan Denda 10 Miliar

Temanggung, Pemerintah Kabupaten Temanggung manaruh perhatian serius terhadap penyalah gunaan narkotika dan obat terlarang yang  berkembang di masyarakat. Oleh karena itu melalui Badan Narkotika Kabupaten berupaya keras agar  permasalahan narkoba bisa diatasi secara  optimal dan berkelanjutan.
     Demikian dikemukakan Wakil Bupati Temanggung Ir. Budiarto, MT yang juga sekaligus sebagai Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dalam acara  penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba  di aula kecamatan Gemawang   Kamis  (3/11) .Acara penyuluhan    diikuti para Kepala Desa , Pengurus PKK Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan perwakilan  remaja  putra-putri serta  pelajar. Selain itu juga dihadiri Camat, Muspika, Kepala Kantor Kesbangpol serta pejabat terkait.
     Dikatakan, kejahatan narkoba merupakan kejahatan internasional  yang terorganisir     berupa jaringan sindikat  dan pergerakannya terselubung. Mereka juga menerapkan system sel sehingga tidak mudah dilacak, mobilitas tinggi dan mendapat dukungan dana  yang besar. Disisi lain,  system  transportasi dan komunuikasi  yang digunakan memanfaatkan teknologi canggih sehingga peredarannya cepat.
     Menurut Budiarto , sesuai ketentuan Undang-Undang No : 35 Tahun 2009 pasal 116 pasal 1 disebutkan  setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menggunakan narkotika golongan I terhadap orang lain atau memberikan narkotika golongan I untuk digunakan orang lain, dipidana  dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama  15 tahun dan pidana denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah. 
     “Permasalahan narkoba dan AIDS  mengundang keprihatinan bersama  untuk diilakukan langkah konkret agar tidak semakin meluas. Oleh karena itu BNK berupaya keras melakukan pencegahan“ ujarnya.
     Upaya pencegahan yang dilakukan  melalui  peningkatan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa  dikalangan generasi muda. Melakukan konsultasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat. Selain itu juga menekankan pentingnya  pengawasan orangtua, guru dan masyarakat. Kepada masyarakat juga diminta  hati-hati terhadap modus  peredaran narkoba dan mau melaporkan kepada aparat   untuk diproses hukum.
     Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat  Istantiono, S Sos menjelaskan,  penyuluhan  bertujuan  untuk memberikan pemahaman tentang  bahaya penyalahgunaan narkoba. Kasus Penyalahgunaan Narkoba  ungkapnya terus meningkat, bahkan sasaran udah merambah sampai desa-desa yang menyerang pada genersai muda. Temanggung tidak lagi menjadi sub penyalur namun telah menjadi penyalur barang-barang haram itu dengan konsumen terbesar kalangan generasi muda.Oleh karean itu melalui penyuluhan diharapkan   menciptakan remaja yang cerdas, beriman, berkualitas dan mampu menjadi pemimpin  bangsa yang bijaksana  serta bebas narkoba. (Hms/Edy Laks)

Berita Terkait