Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Jelang Panen Raya Bupati dan Wabub Diskusi dengan Perwakilan PT Djarum

Kamis, 16 Juli 2020 Pemerintahan

TEMANGGUNG, Menjelang panen raya tembaku Pemerintah Kabupaten Temanggung terus berupaya mengawal jalannya industri ini dari hulu hingga ke hilir. Terlebih dimasa pandemi Covid-19 semua sektor perekonomian terdampak, sehingga perlu langkah-langkah cermat. Seperti dilakukan Bupati Muhammad Al Khadziq dan Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo yang melakukan diskusi dengan perwakilan dari PT Djarum Kudus di Rumah Dinas Pendapa Pengayoman, Rabu (15/7/2020) malam.

Hadir dalam pertemuan itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Masrik Amin Zuhdi, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Andristi, Kepala DPMPTSP Eko Suprapto, Kabag Perekonomian M Romadhon, Kabid Dintanpangan Pemkab Temanggung Untung Prabowo, Kabid Perdagangan Arief Chotbani, dari OKT Hari Sumistyo. Dari pihak Djrum hadir Kepala Senior Manager PT Djarum Iskandar, perwakilan PT Djarum Slamet Suradi, Agungs S. Lalu sejumlah grader perwakilan PT Djarum antara lain Jopie Samiadjie, Arif Raharja, Andry S Santoso, dan lain-lain.

Bupati Muhammad Al Khadziq mengatakan, pihaknya mengajak pelaku industri khususnya PT Djarum untuk bersama-sama menjaga hubungan baik dengan masyarakat yang sebenarnya sudah berlangsung sejak puluhan tahun lampau. Jangan sampai gara-gara Covid-19 hubungannya menjadi rusak agar Temanggung tetap tentram dan aman.

"Untuk kepentingan itu, maka perlunya diskusi langkah apa yang harus dilakukan untuk menciptakan situasi seperti itu (tentram, aman), soal harga tembakau kita mohon harga tetap bagus sesuai dengan kualitas kita yang memang bagus. Soal mekanisme pembelian monggo diatur biar aman Covid, tapi juga jangan sampai mengganggu keseimbangan supply and demand (penawaran dan permintaan). Kalau penyerapannya lambat, mengantre, maka yang terjadi pasti harga di tingkat petani jadi turun,"katanya.

Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo menuturkan, masa panen raya tembakau akan menjadi tolok ukur ekonomi di Kabupaten Temanggung. Sebelumnya dari hasil pertanian bawang tidak laku, lombok tidak laku, apalagi terus ada Covid-19 perekonomian masyarakat Temanggung semakin terpuruk. Maka pihaknya berharap sektor pertembakauan menjadi harapan kebangkitan perekonomian.

"Tembakau menjadi salah satu andalan terakhir tahun ini, sementara bantuan-bantuan dari pemerintah ada JPS, BLT, itu kalau untuk keluarga masih kurang. Maka tahun ini sangat berharap dari Djarum Kudus harapan kami minimal seperti tahun kemarin apalagi kalau tahun ini hasilnya lebih bagus maka iso nggo tombo teman-teman petani khususnya,"katanya.

Wabub berharap melandainya kasus Covid-19 harus tetap dijaga agar tidak kembali naik di masa panen raya tembakau maka protokol kesehatan. Dengan adanya masa panen raya jangan sampai timbul klaster tembakau. Pihak Pemkab siap membantu pihak pabrikan dengan menurunkan tim medis.   

Senior Manager PT Djarum, Iskandar menuturkan, karena keadaan saat ini semua pihak harus bisa saling memahami. Dikatakan, sejak tahun 2009 hingga 2014 industri itu tumbuh dari 298 miliar menjadi 352 miliar, setelah 2014 gerakkannya menurun, dan kembali meningkat tahun 2019 menjadi 300-an miliar.

Namun diakuinya saat ini penurunan itu sebelum ada Covid sudah ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019, Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.010/217 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Saat ini penggunaan tembakau di Indonesia sudah mengerucut, untuk kretek hanya tinggal Temanggung, Madura, dan Lombok.

"Adanya PMK itu akan berpengaruh di hulunya di kalangan petani, maka harus saling menjaga bagaimana bisa diterima petani tapi juga bisa diterima perusahaan. Rencana pembelian 4.000 ton, tapi dalam praktiknya bisa lebih dari itu. Untuk harga tergantung pasar, maka disampaikan kemurnian dan keaslian tembakau Temanggung dijaga, karena rokok semakin sedikit berarti orang membeli akan lebih berhati-hati,"katanya.(Humas)

Berita Terkait