Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Penghargaan Adipura Untuk Kabupaten Temanggung

Selasa, 15 Januari 2019 Pemerintahan

TEMANGGUNG,  Kabupaten Temanggung sukses mengukir prestasi di bidang  lingkungan hidup dengan diperolehnya kembali penghargaan  trophy Adipura kategori kota kecil dari pemerintah pada tahun 2019. Penghargaan tersebut diserahkan oleh wakil Presiden Yusuf Kalla kepada Wakil Bupati Temanggung, R Heri Ibnu Wibowo di Jakarta  baru-baru ini.
             Wakil Bupati R Heri Ibnu Wibowo mengatakan, diraihnya kembali Adipura  tahun ini merupakan  yang kesekian  kalinya, setelah tahun-tahun sebelumnya juga mendapatkan penghargaan yang sama. Keberhasilan  meraih adipura  merupakan kerja keras segenap komponen masyarakat  dan unsur pemerintah dalam menjaga  kebersihan, keindahan  dan ketertiban sehingga terwujud lingkungan yang sehat, asri dan nyaman. Oleh karena itu  dengan diraihnya kembali trophy Adipura hendaknya  bisa menjadi pemicu semangat warga masyarakat agar  konsisten dalam menjaga  dan menata lingkungan supaya tetap dalam kondisi yang baik dan sehat.
             “Meraih trophy Adipura merupakan hasil kerja keras segenap masyarakat, petugas kebersihan 'pasukan kuning', pegawai di lingkungan Pemkab Temanggung. Dengan diraihnya penghargaan tersebut, mengajak kepada semua pihak lebih  intensif dalam upaya pengeloaan kebersihan, ketertiban dan keindahan lingkungan, utamanya penanaman pohon peneduh“ pintanya.
             Kabag Humas Witarso Saptono Putro  menjelaskan, program ADIPURA merupakan program nasional dan dilaksanakan setiap tahun, untuk mendorong kepemimpinan pemerintah kabupaten/kota dan membangun partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha, dalam mewujudkan sustainable city (kota berkelanjutan), yang menyelaraskan fungsi pertumbuhan ekonomi, fungsi sosial, dan fungsi ekologis dalam proses pembangunannya dengan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance). Prinsip utama penerapan ADIPURA yaitu pelibatan peran aktif masyarakat dalam peningkatan pemahaman dan kesadaran sebagai kunci perubahan perilaku; terpasangnya sistem pengelolaan sampah dengan basis
         sistem teruji dan data yang akurat terverifikasi, serta pemenuhan ruang terbuka hijau sesuai dipersyaratkan peraturan dan undang-undang; menjadidasar pergeseran paradigma pengelolaan sampah yang harus bergerak kehulu sehingga upaya-upaya pengurangan sampah menjadi lebih optimal.

 

Berita Terkait