Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

SHIBIRU, Pewarna Alami Tanpa Bahan Kimia

Selasa, 09 November 2021 Pemerintahan

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Temanggung (Bappeda) mempublikasikan temuan baru bersama dengan IST AKPRIND Yogyakarta, yang diselenggarakan di Dusun Kleseman, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Senin (8/11/2021). 


Hadir dalam acara publikasi tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung, Masrik Amin Zuhdi, Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Edhy Sutanta, dan inovator SHIBIRU Fatah Sayaifur Rochman. 


Bappeda Kabupaten Temanggung bersama dengan IST AKPRIND Yogyakarta menjalin kerjasama yang apik dan menghasilkan temuan SHIBIRU. Produk yang diunggulkan ini, tentu memberikan dampak positif yang dirasakan berbagai pihak. Selain itu, produk SHIBIRU akan terus dikenalkan ke tiap daerah-daerah di Kabupaten Temanggung, guna memberikan dampak perekonomian yang baik bagi petani.


“Saya berterimakasih dan nanti akan kita kaji lagi apa yang bisa kita kerjakan bersama, yang terpenting adanya kerjasama serta aspek yang dikembangkan dapat memberikan banyak manfaat bagi petani-petani yang lain. Diharapkan petani-petani dapat bekerjasama dengan masyarakat dan memunculkan berbagai temuan inovasi-inovasi yang baru lagi, untuk disebarkan ke wilayah yang lain. Karena, ini akan membawa keuntungan secara ekonomi dan teknologi, dan tentunya tidak lupa untuk mengharumkan nama Kabupaten Temanggung,” ungkap Masrik Amin. 


“Ini suatu kerjasama yang bagus, dimana dari sisi akademis dan pengembangan murni dari pelaku serta pengrajin untuk merubah dunia dengan tanpa kimia, limbahnya juga dapat menjadi pupuk. Pewarna batik ini akan menjadi luar biasa, karena sama sekali tidak ada limbah. Salah satu kasus yang pernah terjadi waktu itu di Pekalongan, ketika air sungai berubah warna menjadi merah atau sungai pelangi itu semua adalah warna-warna kimia,” imbuhnya.


Kabupaten Temanggung dengan inovasi ini akan mengembangkan pewarna alami yang luar biasa, dengan pewarna alami ini juga tidak ada limbah hasil olahan, dan bisa digunakan untuk industri bahan baku pakaian. Pelanggan juga sudah banyak hingga saat ini, lewat inovasi ini juga membuat petani semakin menggalakkan penanaman tumbuhan mangsitinta. 


Penguatan proses serta diversifikasi produk dan pengelolaan ekspor pewarna alami ini, beranjak dari semakin menguatnya limbah pewarna bahan pakaian yang mengandung kimia berbahaya, yang membuat berbagai pihak memikirkan temuan baru yang lebih ramah lingkungan dan dapat memberikan manfaat di masyarakat. 

Berita Terkait