Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Hari Pahlawan, Momentum Berjuang dan Bangkit dari Pandemi

Rabu, 10 November 2021 Pemerintahan

Jembatan Progo menyimpan sejuta kisah heroik perjuangan masyarakat Temanggung. Mulai merebut hingga mempertahankan kemerdekaan dari tentara sekutu - Belanda.

Dan kini dalam mengisi kemerdekaan, melalui pembangunan di segala bidang. Termasuk pula perjuangan merdeka dari Covid-19. Mengubah pandemi Covid-19 menjadi endemi Covid-19.

Dalam catatan sejarah, tidak terhitung warga yang gugur di jembatan penghubung Kecamatan Kranggan dengan Temanggung itu, terutama pada masa agresi militer Belanda satu dan dua. 

Mereka dibunuh tentara Belanda dan antek-anteknya, lalu jenazahnya dibuang ke sungai. Warga yang dibunuh adalah yang kebetulan tertangkap Belanda, eksekusi di jembatan Progo. 

Kesaksian jembatan itu antara lain ditulis Bekti Prijono pada buku 'Kesaksian Progo, Kisah Perjuangan Rakyat Temanggung 1945-1950' yang diterbitkan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung 2012. 

Mayat-mayat itu umumnya adalah laki-laki, muda usia dan tidak selalu berpakaian tentara. Keadaan mayat umumnya sangat menyedihkan, tercabik-cabik akibat benturan dengan bebatuan, kadang kala ditemukan lubang peluru di kepala atau dadanya. 

Mayat lainnya ditemukan dengan leher hampir terputus akibat gorokan senjata tajam. Hal ini menunjukkan mereka disiksa terlebih dahulu dan ada pula yang ditembak. 

Berbulan-bulan lamanya, setiap hari warga yang berada di bawah aliran sungai, terutama warga Plumbon dan Bengkal menemukan mayat mengapung atau tersangkut di bebatuan. 

Setidaknya satu atau dua mayat perhari. Terkadang hingga lima atau lebih. Sebagian diantaranya ada yang tidak utuh seperti tidak berkepala.

Tabur bunga di jembatan Progo Kranggan Temanggung sebagai penghormatan pada warga yang gugur mempertahankan ideologi dan tekad mempertahankan kemerdekaan dan tidak mau tunduk pada tentara pendudukan Belanda.

Tabur bunga ini menandai peringatan Hari Pahlawan ke-76 dan HUT ke-187 Kabupaten Temanggung, Rabu (10/11/2021).

Tabur bunga dilakukan oleh Bupati Temanggung HM Al Khadziq, Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo, Dandim 0706 Letkol CZi Kurniawan Hartanto, Kapolres AKBP Burhanuddin, dan sejumlah jajaran di Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) kabupaten tersebut.

Sebelumnya, Forkompimda melakukan tabur bunga di komplek makam Letjen Bambang Sugeng yang terletak tidak jauh dari jembatan Progo. Tabur bunga juga dilaksanakan di Komplek Makam Pahlawan Mudal Temanggung.

Sementara pagi harinya digelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke-76 di Halaman Kantor Bupati Temanggung. Upacara HUT Kabupaten Temanggung sendiri digelar di Pendopo Pengayoman siang harinya.

Selama upacara dan tabur bunga diterapkan protokol kesehatan untuk mencegah paparan Covid-19.

Bupati mengatakan, peringatan Hari Pahlawan dan HUT Kabupaten Temanggung sebagai momentum untuk mengingat perjuangan para pahlawan dan meneguhkan perjuangan mengisi kemerdekaan.

"Perjuangan kita saat ini adalah mengisi kemerdekaan, dengan spirit kejuangan yang diwariskan para pahlawan untuk Indonesia yang lebih baik," kata Bupati.

Bupati mengatakan, perjuangan bangsa Indonesia juga masyarakat Temanggung saat ini adalah merdeka dari Covid-19 dan terciptanya herd immunity.

"Kini Pemkab Temanggung sedang menggencarkan vaksinasi Covid-19 dan kampanye prokes sebagai ikhtiar berjuang melawan Covid-19," imbuhnya.

Bupati meminta pada warga untuk disiplin terapkan prokes dan mengikuti vaksinasi Covid-19 secara lengkap. 

Berita Terkait