Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

74 Persen Pekerja Perusahaan Sudah Divaksinasi Covid-19

Selasa, 14 September 2021 Pemerintahan

Temanggung - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung mencatat capaian vaksinasi pada pekerja sektor swasta di kabupaten tersebut telah mencapai 74 persen, atau sekitar 17.639 pekerja dari keseluruhan pekerja 23.666 pekerja.

Kepala Dinperinaker Kabupaten Temanggung Agus Sarwono mengatakan, catatan 74 persen pekerja adalah diawal September, dengan adanya sejumlah vaksinasi pada pekerja sejak awal September sampai beberapa hari kedepan, diprediksi pada minggu kedua September akan tembus angka 19.000 pekerja. 

"Sampai pertengahan September akan mencapai lebih dari 74 persen. Berdasar hitungan akan mencapai minimal 19 ribu pekerja sudah divaksin," katanya. 

Ia mengatakan, vaksinasi pada pekerja sejak Agustus lalu dan hingga awal September 2021 telah ada 17.639 tenaga kerja yang sudah divaksin.  Pekerja yang belum divaksin sebanyak 3.914 orang, dan mereka terjadwal dalam sejumlah vaksinasi.

Ia menyampaikan, pihaknya bersama Polres dan Kodim 0706 dan sejumlah pihak lain berusaha mempercepat vaksinasi pada kalangan pekerja. Maka itu pihaknya sangat terimakasih atas jalinan kerjasama yang diberikan, terutama pada perusahaan yang telah memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk mengikuti vaksinasi. 

"Vaksinasi pada pekerja ini salah satu yang mendorong Temanggung masuk ke level 2," imbuhnya. 

Ditambahkan olehnya, besarnya jumlah yang telah divaksinasi, karena bukan hanya mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan di wilayah Kabupaten Temanggung saja, tetapi juga vaksinasi di luar daerah. Misalnya, ada pekerja mengikuti vaksinasi di RST Magelang, Salatiga, Semarang.  

"Pekerja mencari peluang vaksinasi di daerah lain, mungkin karena kebetulan dekat dengan tempat tinggalnya," terangnya. 

Adapun tingkat kesadaran pekerja untuk mengikuti vaksinasi cukup tinggi, karena memang menjadi sebuah tuntutan saat ini agar sehat dan tidak terpapar Covid-19, sementara perusahaan sendiri juga tidak mau ambil risiko. (TMG/ai;ekp)

Berita Terkait