Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Bupati Gerak Cepat Tinjau Lokasi Banjir dan Cari Solusinya

Senin, 05 April 2021 Bencana

TEMANGGUNG, Bupati Temanggung H M Al Khadziq didampingi Sekda Hary Agung Prabowo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Hendra Sumaryana, Camat Parakan Saltiyono Atmaji dan Kepala Desa Dangkel Lestari, meninjau lokasi banjir disejumlah titik di Desa Dangkel, Kamis malam (1/4/2021).

Info terjadinya banjir langsung didapat dari Camat Parakan setelah mendapat laporan dari kepala Desa Dangkel, Bupati Temanggung segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Temanggung untuk mengunjungi lokasi terjadinya banjir di desa tersebut.

Pukul 19.30 WIB, Bupati berangkat dari rumah dinas menuju Desa Dangkel dan langsung meninjau rumah warga yang mengalami kebanjiran, disalah satu rumah warga yang sedang melakukan pembersihan lumpur, Bupati langsung mengambil alat pembersih dan membantu membersihkan lumpur yang masih menggenang sambil menanyakan kondisi rumah.

Setelah selesai membantu membersihkan rumah dan berdiskusi, Bupati menyerahkan bantuan berupa alat pembersih, mie instan serta sembako berupa beras.

Kemudian dilanjutkan meninjau jalan yang rusak, akibat terkena banjir disepanjang jalan desa yang terlihat cukup parah, aspal jalan yang retak serta hanyut. Bupati juga mengunjungi satu warga yang sedang melakukan hajatan pernikahan, karena tepat di jalan desa dan terdampak banjir tersebut. Karena di video banjir di Desa Dangkel yang tersebar, terlihat ada kursi serta perlengkapan dekorasi yang ikut hanyut.

Setelah dari rumah warga yang menggelar hajatan, Bupati beserta rombongan menuju tanggul yang merupakan titik awal terjadinya banjir bandang yang masuk ke desa tersebut.

Dalam tinjauan itu, Bupati langsung melakukan pengecekkan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan seperti rumah warga, aspal jalan, gorong-gorong, pematang sawah hingga pintu DAM yang ditengarai menjadi penyebab banjir, akibat luapan air hujan.

"Intinya cari sumber masalahnya, tinjau ulang agar kejadian ini tidak terjadi lagi, bahwa Gunung Sindoro sudah terjadi erosi, sudah tidak ada pohon, sehingga setiap hujan terjadi banjir. Makanya kita butuh gerakan konservasi, ini jangka panjangnya, kedua lakukan recovery," kata Bupati. (C/kominfo21)

Berita Terkait